MAJALENGKA, THEREALNEWSONE.ID – Kolaborasi TNI AD dan Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon, Kecamatan Talaga, resmi diresmikan, Kamis (13/8/2026).
Jembatan sepanjang kurang lebih 26 meter tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Blok Cilengsar, Desa Campaga, dengan Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon.
Peresmian dihadiri Bupati Majalengka H. Eman Suherman bersama Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf. Rendra Dwi Jayanto, S.I.P.
Dalam laporannya, Dandim menjelaskan pembangunan jembatan berawal dari laporan masyarakat mengenai kondisi akses yang rusak dan menyulitkan mobilitas warga.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Kodim 0617/Majalengka berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Mabes TNI agar kebutuhan infrastruktur tersebut dapat segera ditangani.
“Jembatan ini sangat vital bagi anak-anak sekolah, lalu lintas warga, hingga jalur perekonomian, baik untuk pedagang maupun petani yang hendak ke sawah. Atas arahan Pak Bupati, pekerjaan yang memakan waktu kurang dari satu bulan ini kami kejar dan kebut sampai tuntas,” ujar Rendra.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan dan gotong royong masyarakat sekitar yang turut membantu selama proses pengerjaan.
Dandim berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Ini membuktikan bahwasanya Pemerintah Daerah bersama TNI AD hadir mewakili negara untuk rakyat. Kami mengimbau agar jembatan ini dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya awet dan tahan lama bagi konektivitas warga,” katanya.
Anggaran Tertekan, Kolaborasi Jadi Jalan Keluar
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi respons cepat jajaran Kodim 0617/Majalengka dalam menangani kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Bupati menyebut kondisi fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, pemerintah pusat, dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.
“Di tengah kondisi anggaran APBD yang tertekan pascapandemi dan adanya efisiensi, dari Rp3,5 triliun menjadi Rp2,9 triliun, kita tetap harus bergerak memenuhi kebutuhan infrastruktur warga. Kuncinya ada pada kolaborasi aktif, seperti aksi tanginas Pak Dandim yang menjemput program pusat dan merespons cepat kebutuhan masyarakat,” ungkap Eman.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Warga kini dapat memangkas jarak perjalanan menuju sejumlah pusat aktivitas, termasuk Pasar Talaga.
Pemkab Majalengka juga membuka peluang pengembangan akses jalan lanjutan sepanjang sekitar 500 meter hingga 1,5 kilometer untuk menghubungkan antarwilayah desa. Namun, realisasinya masih bergantung pada kesepakatan dan proses pembebasan lahan masyarakat.
Warga Tak Lagi Harus Memutar
Camat Talaga Agus Heriyanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan TNI AD atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat Pak Bupati dan Pak Dandim. Jembatan ini sudah sejak lama diimpikan oleh masyarakat di dua desa. Kehadiran infrastruktur ini menjadi angin segar bagi kelancaran mobilitas harian serta perekonomian warga di Kecamatan Talaga,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Supriyadi, warga Blok Ciranca. Menurutnya, jembatan baru tersebut membuat perjalanan warga menuju pasar maupun fasilitas publik menjadi lebih singkat.
“Dulu sebelum ada jembatan ini kami harus jalan memutar jauh kalau mau ke Pasar Talaga atau mengantar anak sekolah. Sekarang alhamdulillah, lewat jembatan baru ini jaraknya makin dekat, hemat waktu dan biaya ongkos. Terima kasih banyak untuk Pak Bupati dan Pak Dandim yang sudah membangun jembatan ini,” tuturnya.
Bupati Eman juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan dan kondisi jembatan. Selain menjadi jalur penghubung, kawasan tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai ruang publik bagi masyarakat.
Peresmian turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, sejumlah kepala dinas terkait, Asisten Daerah III, Camat Talaga beserta jajaran Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Talaga, serta masyarakat setempat.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih menjadi contoh bahwa persoalan akses dasar masyarakat dapat ditangani melalui kolaborasi lintas pihak. Di tengah keterbatasan anggaran, kecepatan merespons kebutuhan warga menjadi bagian penting agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan.
Reporter: Spd
Editor: Agung


