MAJALENGKA, THEREALNEWSONE.ID — Kawasan wisata alam Gunung Karang di Pancurendang, Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, bersiap disulap kembali. Komitmen bersama untuk melakukan re-aktivasi kawasan yang sempat terbengkalai ini resmi ditandatangani oleh Bupati Majalengka, anggota DPRD, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, para lurah serta kepala desa se-Kecamatan Majalengka, tokoh budaya, hingga tokoh masyarakat, Sabtu (22/8/2026).
Festival Budaya Gunung Karang yang dihelat di lokasi tersebut menjadi momentum penting. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Ketua Komisi III DPRD Majalengka H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., anggota DPRD Kabupaten Majalengka Efrans Galuh Setiawan, serta penggiat budaya dan warga setempat.
Potensi Tersembunyi di Dekat Pusat Kota
Bupati Eman Suherman mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan dan nilai historis kawasan Gunung Karang yang terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Majalengka. Menurutnya, destinasi wisata ini memiliki potensi besar yang sebelumnya sempat berjalan namun akhirnya terbengkalai karena berbagai kendala.
"Hari ini saya bersama Pak Ketua Komisi III, kemudian Pak Dewan dari Komisi IV, hadir bersama-sama memenuhi undangan Pak Camat, para sesepuh, dan pegiat budaya untuk bersepakat berkomitmen melakukan reaktivasi kembali Gunung Karang," ujar Bupati Eman.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, fokus utama diarahkan pada penataan kebersihan dan estetika kawasan melalui aksi gotong royong pembersihan yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap hari Jumat.
Sementara untuk jangka panjang, pemerintah daerah memfokuskan perhatian pada pembenahan infrastruktur akses jalan menuju lokasi. Bupati menyebutkan ada tiga jalur masuk yang akan dievaluasi dan diperbaiki pada tahun 2027 mendatang, yakni melalui jalur Pancurendang, Cikondang Landeuh, dan Simpur.
"Komitmen pemerintah daerah harus terus support dan bagaimana akses wisata itu harus betul-betul mudah dan tidak ada kesusahan bagi masyarakat," tambahnya.
Bupati juga menyinggung perkembangan sektor pariwisata Majalengka yang kini tengah menggeliat pesat, mulai dari kawasan wisata alam hingga konektivitas infrastruktur antarwilayah yang terus didorong hingga tingkat provinsi. Terkait pengelolaan lahan, kawasan Gunung Karang yang berada di bawah skema perhutanan sosial akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap menjaga tutupan lahan hijau sesuai aturan kementerian.
Dukungan Penuh Legislatif
Langkah re-aktivasi ini mendapat sambutan hangat dari DPRD Kabupaten Majalengka. Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., menyatakan dukungan penuhnya secara pribadi maupun kelembagaan terhadap upaya menghidupkan kembali destinasi wisata tersebut.
"Secara pribadi, saya support, mendukung reaktivasi area wisata Gunung Karang. Ini sempat hidup dan terkelola dengan cukup bagus, cuman ada satu masalah lalu terbengkalai begitu saja, ini sangat disayangkan," ungkap Iing.
Ia berharap, dengan adanya penataan ulang dan perbaikan akses infrastruktur jalan, Gunung Karang dapat kembali menjadi salah satu alternatif destinasi wisata unggulan di Majalengka. Pihaknya juga berpesan kepada para pengelola agar serius dan membangun soliditas yang kuat, mengingat pengelolaan kawasan wisata berbasis perhutanan sosial memerlukan koordinasi lintas sektor yang matang.
Festival budaya ini tidak hanya menandai babak baru kebangkitan pariwisata lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam merawat potensi daerah.
Reporter: Agung
Editor: Tim Redaksi RNO



