Gambar

Gambar

Fakta atau Mitos? Ada Mistis di Balik Tragedi Drag Race Upai-Pontodon

Redaksi one
Sabtu, 15 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-15T03:29:26Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 


Therealnewsone.id/ KOTAMOBAGU — Tragedi drag race di ruas Jalan AP Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah penonton mengalami luka-luka, hingga kini masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.


Di tengah proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, muncul pula cerita dari masyarakat mengenai sisi mistis dan tradisi masyarakat Mongondow yang selama ini berkembang secara turun-temurun.


Sangadi Pontodon, Mulyono Mokodompit, mengungkapkan bahwa bagi masyarakat Mongondow, terdapat kebiasaan atau tradisi ketika akan melaksanakan kegiatan keramaian di tempat-tempat yang sejak dahulu dianggap memiliki nilai khusus atau keramat.

Mulyono, yang lahir pada era 1950-an, mengaku sedikit banyak mengetahui cerita masyarakat mengenai sejumlah lokasi di wilayah Pontodon hingga Upai yang sejak dahulu sering dikaitkan dengan kejadian kecelakaan maupun cerita mistis.


Menurutnya, tradisi meminta izin sebelum menggelar kegiatan besar bukan semata-mata berbicara tentang sesuatu yang gaib, melainkan juga bagian dari penghormatan terhadap adat, lingkungan dan cerita yang telah diwariskan oleh orang-orang terdahulu.

“Kalau dalam kebiasaan orang Mongondow, ketika ada kegiatan keramaian di tempat-tempat yang dianggap keramat, biasanya kita meminta izin terlebih dahulu,” demikian penuturan Mulyono.


Apalagi, kata dia, kegiatan drag race yang digelar tersebut merupakan kegiatan yang menghadirkan banyak orang, kendaraan dengan suara keras, serta suasana ramai, Dalam istilah bahasa Mongondow, kondisi keramaian semacam itu dapat dikaitkan dengan istilah “modadagol”, yang menggambarkan suasana ribut atau ramai dengan aktivitas dan orang yang berkumpul.


Cerita Anak Kecil Melintas Sebelum Mobil Hilang Kendali

Mulyono juga mengungkapkan adanya cerita yang sempat beredar di tengah masyarakat terkait detik-detik sebelum mobil drag kehilangan kendali dan kemudian menabrak penonton.


Menurut cerita yang beredar, pengemudi mobil tersebut disebut-sebut sempat melihat sosok anak kecil melintas di depan kendaraan, sehingga pengemudi diduga kaget dan kehilangan kendali.


Namun Mulyono menegaskan bahwa cerita tersebut merupakan informasi yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dipastikan sebagai fakta penyebab kecelakaan.

Cerita tersebut justru menjadi salah satu bagian yang membuat masyarakat bertanya-tanya dan menghubungkannya dengan cerita mistis yang selama ini berkembang mengenai sejumlah lokasi di sepanjang jalur Pontodon-Upai.


“Yang saya tahu, ada beberapa tempat antara Pontodon dan Upai yang sejak dulu sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan beberapa lokasi itu juga sering diceritakan pernah terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Sejumlah Lokasi Disebut Memiliki Cerita Mistis

Mulyono menyebut beberapa titik yang selama ini dikenal masyarakat memiliki cerita tersendiri.


Di antaranya jembatan di pertigaan Pontodon, kawasan kompleks SPBU Pontodon, serta tikungan jalan dari arah SPBU menuju Pontodon Timur.

Sementara di wilayah Kelurahan Upai, terdapat kawasan yang oleh masyarakat disebut “Uluan Ilansik Upai”. Dahulu, menurut cerita masyarakat, di kawasan tersebut terdapat mata air dengan aliran yang cukup deras. Di kawasan itu pula terdapat jembatan yang dikenal sebagai Jembatan Upai atau Jembatan Gulantung.


Lokasi-lokasi tersebut, kata Mulyono, sudah lama menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat. Sebagian warga menganggapnya sebagai tempat yang memiliki nilai khusus dan perlu dihormati.


“Seperti Masuk Rumah Orang, Minimal Beri Salam”

Mulyono kemudian mengibaratkan tradisi tersebut seperti seseorang yang hendak memasuki rumah orang lain.

“Kalau kita masuk ke rumah orang, minimal kita memberi salam terlebih dahulu sebagai isyarat bahwa kita meminta izin untuk masuk,” ujarnya.


Menurutnya, perumpamaan tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan bagaimana masyarakat Mongondow memandang sejumlah tempat yang sejak dahulu dianggap memiliki nilai khusus.

Begitu pula, kata dia, jika dikaitkan dengan kegiatan drag race yang dilaksanakan di jalur tersebut.


“Karena kegiatannya ada kumpul-kumpul orang banyak, ada kendaraan, ada suara ribut dan penonton yang ramai. Dalam bahasa Mongondow disebut modadagol. Maka minimal harus meminta izin terlebih dahulu, karena sepanjang jalur Pontodon-Upai ada tempat-tempat yang oleh masyarakat dianggap keramat,” jelasnya.


Mitos atau Fakta?

Meski cerita mistis tersebut berkembang di tengah masyarakat, Mulyono menyadari bahwa tidak mudah untuk memastikan apakah kejadian yang menimpa drag race tersebut memiliki hubungan dengan hal-hal mistis atau tidak, Karena itu, cerita tersebut sebaiknya tetap ditempatkan sebagai kepercayaan, pengalaman masyarakat dan cerita turun-temurun, bukan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan, Sebab, penyebab pasti tragedi tetap harus dibuktikan melalui penyelidikan berdasarkan fakta di lapangan, keterangan saksi, rekaman video, kondisi kendaraan, kondisi lintasan, pengamanan penonton, serta prosedur keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan.


Di sisi lain, cerita masyarakat mengenai tradisi dan tempat-tempat yang dianggap keramat juga menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang tidak dapat begitu saja diabaikan.


Apakah benar ada unsur mistis di balik tragedi Drag Race Upai-Pontodon, atau semuanya hanya cerita yang berkembang dari generasi ke generasi?

Pertanyaan tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan masyarakat.


Yang pasti, tragedi ini telah meninggalkan duka yang sangat dalam. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita mistis yang berkembang, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan yang menghadirkan kerumunan besar harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan, kesiapan lintasan, pengamanan penonton serta seluruh prosedur yang berlaku.


Adat dan kepercayaan masyarakat patut dihormati, sementara penyebab tragedi tetap harus dicari melalui fakta dan bukti.(R01)

Editor : Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl