Kedaulatan Kesehatan Warga Selatan Majalengka
REAL NEWS ONE--Majalengka Selamat berbahagia bagi, untuk warga Majalengka Selatan. Terima kasih sudah berkenan meluangkan waktu membaca tulisan ini sampai tuntas.
Saya dari the Real news one, cuma jurnalis daerah dari Pituin yang tugasnya sederhana : mencatat fakta, bertanya dengan adab, dan berharap data bisa menggerakkan kebijakan. Tulisan ini bukan untuk menuding. Ini "surat terbuka" dari anak daerah kepada Dinkes dan Pemda Majalengka yang kami yakin punya niat baik untuk rakyatnya.
bedah pelan-pelan, pakai logika, bukan emosi :
Babak 1 Gedungnya Sudah "Sultan", Mimpinya Sudah Besar
Siapa yang tidak bangga melihat RSUD Talaga sekarang ? Gedung 4 lantai berdiri gagah di Jalan Raya Talaga-Cikijing. Parkirnya luas, ruang tunggunya bersih, papan nama "INSTALASI RAWAT JALAN" menyala terang. Peresmiannya sudah dilaksanakan tanggal 14 Oktober 2023. Dokter spesialisnya juga sudah lengkap : Anak, Penyakit Dalam, Obgyn, Bedah, Anestesi, Patologi Klinik.
Logikanya sederhana Kalau gedung sudah ada, dokter sudah ada, peresmian sudah dilakukan, maka "Rumah Sakit" itu seharusnya sudah siap menjadi rumah kedua bagi warga yang sakit. Betul kan akang dan eceu ?
Babak 2 : Tapi Kenyataannya, Warga Selatan Masih "Ngungsi"
Inilah bagian yang membuat hati kita nyeri. Faktanya di lapangan, warga Majalengka Selatan yang butuh rawat inap masih harus menempuh perjalanan 1,5 sampai 2 jam ke Kuningan atau ke Majalengka Kota. RSUD Talaga sampai hari ini pelayanannya masih terbatas pada rawat jalan saja.
Coba bayangkan : Seorang ibu hamil mau melahirkan tengah malam. Daripada ambil risiko di jalan, keluarga memilih langsung ke Kuningan. Bapak-bapak kecelakaan patah tulang, daripada guncang-guncang 2 jam, memilih RS di luar Majalengka.
Ibarat kita beli kulkas 4 pintu seharga miliaran. Listriknya nyala, pintunya kinclong, mereknya terkenal. Tapi pas dibuka... isinya kosong. Nggak ada makanan, nggak ada obat. Yang ada cuma "meja pendaftaran" di depannya. Kasian kan kulkasnya . Gedung megah tanpa ranjang rawat inap, tanpa ruang operasi yang aktif, sama saja seperti kulkas kosong. Indah dipandang, tapi tidak menyelamatkan nyawa.
Babak 3: Pertanyaan Adab untuk Dinkes dan Pemda Majalengka
Kami yakin 100% Dinkes dan Pemda pasti punya rencana dan kendala yang kami rakyat tidak tahu. Tapi rakyat berhak bertanya dengan adab. Ini 3 pertanyaan logika dari "Bengkel Data"nya :
Pertama, soal "isi kulkasnya". Anggaran miliaran untuk membangun gedung 4 lantai sudah terealisasi. Alhamdulillah. Pertanyaan kami : Kapan anggaran untuk "mengisi" gedung itu cair ? Anggaran untuk ranjang rawat inap, ICU, ruang operasi, CT Scan, dan alat vital lainnya. Jangan sampai kita punya cangkang HP paling mahal tapi mesinnya tidak ada.
Kedua, soal "status peresmian". Kalau sudah diresmikan Oktober 2023, apa artinya "resmi" itu ? Apakah artinya "boleh dipakai penuh" atau "boleh difoto untuk dokumentasi"? Warga talaga dan selatan butuh kepastian tanggal, bukan tanggal di plang prasasti saja.
Ketiga, soal "keadilan wilayah". Anggaran kesehatan itu uang warga Majalengka dari utara sampai selatan. Kalau warga utara bisa rawat inap di RSUD Majalengka Kota, kenapa warga selatan harus "ekspor pasien" ke Kuningan ? Ini soal kedaulatan. Kedaulatan kesehatan rakyat selatan tidak boleh bocor ke daerah tetangga.
Saya tutup dengan keyakinan. Saya yakin dokter-dokter spesialis di RSUD Talaga sudah siap mengabdi. Saya yakin Pemda dan Dinkes tidak tidur. Pasti sedang berjuang di balik layar untuk pengadaan alat dan izin operasional rawat inap.
Maka tulisan ini saya tulis sebagai "alarm halus". Agar perjuangan di balik layar itu bisa segera terdengar oleh warga selatan. Agar gedung 4 lantai itu segera terisi nyawa, terisi harapan, terisi kesembuhan. Jangan sampai ia hanya jadi "monumen" paling megah tapi paling sepi di Majalengka Selatan.
Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membangun gedungnya. Sekarang mari kita sama-sama "mengisi" gedung itu dengan layanan, dengan adab, dengan kepedulian.
Mugiya Majalengka Langkung Sae. Mugiya warga selatan tidak perlu lagi "mudik" ke Kuningan hanya untuk berobat. Sehat badannya, cerdas datanya, kuat kedaulatannya.*
RedaksiRNO sumber photo : adipatikeling.


