masukkan script iklan disini
THE REAL NEWS ONE - Ahmad Bahar, penulis kontroversial asal Blitar, kembali memicu perdebatan publik dengan buku terbarunya, "Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo". Buku ini mengkritik kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang dianggap kurang menjunjung nilai demokrasi dan belum membawa reformasi signifikan di tubuh Polri.
Dalam buku ini, Ahmad Bahar menyoroti beberapa isu, seperti turunnya indeks demokrasi, dugaan kriminalisasi hukum, budaya setoran, dan istilah "no viral no justice" yang ramai diperbincangkan di masyarakat. Ia menyimpulkan bahwa kinerja Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit mendapat nilai "merah".
Ahmad Bahar menegaskan bahwa kritiknya bukan bentuk kebencian, melainkan wujud kepedulian terhadap institusi Polri. "Mengkritik Polri bukan berarti membenci, justru ini bentuk kepedulian agar korps baju coklat ini semakin baik ke depan," katanya.
Buku ini akan diluncurkan pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 15.00 WIB, di Galery Kopi Darmin, Jakarta Selatan, dengan dihadiri oleh beberapa narasumber, termasuk Komjen (Purn) Oegroseno dan Rismon Sianipar.**
Menk



