Majalengka, THE REAL NEWS ONE— Datangnya bulan suci Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda. Malam pertama dipenuhi gema takbir, doa yang lirih, serta harapan baru untuk menjadi insan yang lebih baik.
Di momentum sakral itu, Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, menyampaikan pesan reflektif yang menempatkan Ramadhan sebagai ruang perenungan mendalam bagi seluruh elemen masyarakat.
Dalam pernyataannya, H. Iing menegaskan bahwa amanah yang ia emban selama ini berkaitan erat dengan pembangunan fisik daerah.
Jalan yang baik, jembatan yang kokoh, gedung yang representatif, hingga sistem irigasi yang optimal adalah bagian dari tanggung jawab yang terus diperjuangkan demi kemajuan Majalengka.
Namun demikian, menurutnya, Ramadhan mengajarkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada aspek material semata.
“Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur; jalan yang mulus, jembatan kokoh, gedung yang megah, dan saluran irigasi yang prima, hanyalah sarana,” ujarnya.
Ia menambahkan, bulan suci ini hadir untuk mengingatkan bahwa fondasi terkuat sebuah peradaban bukan hanya beton dan baja, melainkan akhlak, kejujuran, serta keteguhan iman.
“Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pada pembangunan yang jauh lebih krusial; yakni pembangunan karakter dan spiritual,” tuturnya.
Sebagai politisi dari Partai Keadilan Sejahtera yang kini menjabat Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing memandang Ramadhan sebagai madrasah kehidupan.
Di dalamnya, umat diajak menahan hawa nafsu, memperkuat kesabaran, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Pembangunan karakter, menurutnya, adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan daerah.
Ia berharap, semangat Ramadhan tidak hanya terasa di masjid dan ruang-ruang ibadah, tetapi juga tercermin dalam etos kerja, kejujuran dalam pelayanan publik, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menutup pesannya, H. Iing Misbahuddin menyampaikan salam hangat kepada seluruh masyarakat.
“Marhaban Yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.”
Sebuah ajakan untuk menyucikan hati, memperbaiki niat, dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat integritas pribadi maupun kolektif, demi Majalengka yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh dalam nilai dan spiritualitas.***


