REAL NEWS ONE, Dampak dari cuaca Exstrim, hujan turun dengan instensitas tinggi, menyebabkan debit air tidak tertampung sehingga menyebabkan bencana banjir, seperti halnya yang terjadi di blok kedung Buni RT/RW, 15/06 dan RT/RW, 16/06. Desa Leuwiseeng. Kecamatan, Panyingkiran, Kabupaten Majalengka. Puluhan rumah terendam air, Malam Kamis (11/02) 2026.
Menurut keterangan warga setempat, air dari luapan sungai Cideres dan sungai cilutung datang kepermukiman sekira jam 20.30.WIb. Bencana banjir, yang datang dari luapan sungai Cideres tersebut, datang sekira Jam 21.00.Wib , air mengalir dengan deras hingga masuk kedalam rumah, dan mulai surut Jam 02.00.Wib dini hari.
Menghadapi situasi tersebut warga banyak yang panik dan sibuk untuk menyelamatkan barang-barangnya, terutama Barang Elektronik, dan kendaraan bermotor, ke tempat yang aman.
Saeful, selaku Kepala Desa Leuwiseeng, kecamatan Panyingkiran, kabupaten Majalengka, merasa Prihatin, dengan apa yang telah menimpa warganya, Banjir yang terjadi pada malam kamis (11/02) 2026. Tingginya mencapai sekitar 120 cm. Masuk ke rumah warga. Paparnya.
Dikatakan pula oleh yunus,
" Meskipun bencana banjir ini tidak ada korban jiwa, Namun saya berharap agar Pemerintah kabupaten untuk segera memberikan bantuan kepada korban banjir, adapun jumlah rumah yang terendam banjir yaitu sekitar 30 unit, itupun belum terdata sepenuhnya !". Pungkasnya.
Bencana banjir tidak hanya terjadi di desa leuwi seeng, kecamatan Panyingkiran saja, namun juga melanda Desa Kadipaten, kecamatan kadipaten, kabupaten Majalengka, lebih tepatnya di Blok Cihaliwung Rt/Rw 05/ 05.
Aceng (45) th, salah seorang warga korban bencana banjir mengatakan:
" Air mulai meluap dari aliran irigasi indam dan sungai Cilutung sekira jam. 20.00. WIb. Karena Debit airnya tinggi lalu meluap dengan deras, keluar dari retakan(celah) Tembok penahan banjir yang ambruk. Kami selaku masyarakat berharap agar Pemerintah kabupaten Majalengka melalui Instansi terkait agar segera memperbaiki tembok penahan banjir di sekitar blok Cihaliwung yang kondisinya sudah bolong- bolong!". Tuturnya.
Kendati bencana banjir di Blok Cihaliwung tidak ada korban jiwa, namun warga terlihat sibuk membersihkan material yang di bawa oleh Banjir. Endapan lumpur dan sampah di depan rumahnya masing-masing.
Mohon di rapihkan sempurna artikel narasi ini dengan menarik perhatian dan judul lebih menarik perhatian pemerintah Daerah dan lokal.**
Wawan Darmawan



