MAJALENGKA, RNO — Universitas Majalengka (UNMA) sukses menyelenggarakan prosesi Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda XXVII Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2026. Berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Majalengka pada Sabtu, 17 Oktober 2026, acara ini mengusung tema besar: “Berilmu, Berintegritas, Berdampak (Menghidupkan Nilai, Menguatkan Jejaring, Memakmurkan Kehidupan) — Solid, Sinergi, Bernas, Berkualitas.”
Sebanyak 855 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan dalam sidang senat kali ini. Prosesi sakral tersebut dibagi menjadi dua sesi guna memastikan kelancaran acara:
- Sesi I (Pagi, pukul 07.30 – 11.00 WIB): Meluluskan 446 wisudawan mencakup program Pascasarjana (S2), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Hukum (FH).
- Sesi II (Siang, pukul 13.00 – 16.15 WIB): Meluluskan 409 wisudawan mencakup program dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Pesan Rektor UNMA: Sandingkan Kecerdasan Buatan dengan Integritas Ilmiah
Dalam pidato sambutannya, Rektor Universitas Majalengka, Dr. H. Otong Syuhada, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan atas gelar akademik yang telah diraih melalui perjuangan panjang di ruang-ruang kuliah maupun laboratorium kampus. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang transisi menuju pembuktian keabsahan ilmu di tengah masyarakat.
Di era modern yang penuh disrupsi, Dr. Otong mengingatkan para lulusan bahwa mereka melangkah di tengah era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), di mana kecerdasan buatan (generative AI) dan otomasi global berkembang secara eksponensial. Namun, kemajuan teknologi ini turut membawa dunia ke dalam ancaman epistemic crisis, yakni ketika batas antara kebenaran dan disinformasi menjadi sangat bias.
"Mesin komputasi dan algoritma tercanggih sekalipun... tidak memiliki tiga aspek fundamental manusiawi, yaitu: kesadaran etis, empati sosial, serta kompas moral. Oleh karena itu, saya berpesan kepada saudara-saudara sekalian, jangan biarkan algoritma mendikte moralitas saudara. Sandingkan kecerdasan buatan dengan integritas ilmiah yang kokoh," tegas Dr. Otong.
Mengutip pandangan fisikawan Albert Einstein, Rektor UNMA juga menekankan tiga karakter ilmiah tangguh yang wajib dimiliki seorang sarjana sepanjang hayat:
- Adaptabilitas: Kemampuan merekonstruksi pemikiran saat dihadapkan pada fakta dan data baru yang lebih sahih.
- Inovasi Berkelanjutan: Keberanian menembus batas kenyamanan berpikir untuk melahirkan solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
- Kemitraan Multidisiplin: Kesadaran untuk berkolaborasi secara lintas sektoral dalam menghadapi problem global seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Apresiasi Bupati Majalengka: Kontribusi Nyata Lulusan UNMA untuk Daerah
Sementara itu, Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Majalengka di bawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM). Bupati menyebut UNMA sebagai pilar utama pencetak sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Majalengka.
Dalam pemaparannya, Bupati membeberkan data konkret mengenai penyerapan lulusan UNMA di lingkup pemerintahan daerah. Berdasarkan laporan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kontribusi alumni UNMA sangat dominan di birokrasi Majalengka.
"Ternyata untuk di jajaran teknis ini 30%. Tapi kalau digabungkan dengan guru, ini hampir mayoritas 50% adalah lulusan dari UNMA. Ini adalah bukti bahwa kami komitmen bukan hanya bangga tentang keberadaan UNMA, tapi juga mensupport dan sekaligus memberdayakannya," ujar Bupati Eman penuh kebanggaan.
Bupati juga menyampaikan rasa haru dan terima kasih kepada para orang tua serta wali wisudawan yang telah berkorban mendampingi putra-putrinya hingga mengenakan toga kebanggaan. Ia berpesan agar para lulusan senantiasa berbakti dan memohon doa restu dari orang tua, sebab kesuksesan tidak akan lahir tanpa rida mereka.
Mengusung semangat kebersamaan, Bupati memperkenalkan konsep "Sahabat Akang Eman" untuk mendekatkan diri dengan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat. Ia mengajak para wisudawan untuk bersama-sama mengimplementasikan visi besar daerah melalui tagline "Majalengka Langkung Sae" yang diinspirasi dari hadis Rasulullah SAW tentang pentingnya hari esok yang lebih baik dari hari ini.
"Majalengka... Langkung Sae!"
"Majalengka... Saekeun!"
Sebagai penutup pidatonya yang disambut meriah oleh ribuan hadirin, Bupati Eman menyampaikan sebuah pantun khas:
Pergi ke pasar di Jatiwangi,
Singgah sebentar membeli jahe.
Mari mengabdi sepenuh hati,
Untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae.
Sidang senat ditutup dengan penyerahan ijazah, serta doa bersama demi menyongsong masa depan para sarjana dan magister baru yang siap membangun bangsa.
Reporter: Agung
Editor: Tim Redaksi RNO

