KOTAMOBAGU, RNO — Mengusung tema kebangsaan “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, suasana khidmat menyelimuti Lapangan Alun-alun Boki Hontinimbang, Kota Kotamobagu, Kamis (01/10/2026). Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat kota tahun ini menampilkan wujud sinergitas yang kokoh dan solid antara jajaran pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Momentum bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., di tengah-tengah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Walikota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M. Sementara itu, jalannya barisan dan formasi pasukan dipimpin oleh Letda Inf. Muslimin sebagai Komandan Upacara serta Kapten Arm. Sahril Mamangkai dari Kodim 1303/BM bertindak sebagai Perwira Upacara.
Cerminan Soliditas di Bumi Totabuan
Kehadiran para pimpinan instansi dalam satu panggung kehormatan menjadi cerminan nyata kuatnya soliditas di Bumi Totabuan. Turut serta mendampingi jajaran pimpinan di antaranya perwakilan Dandim 1303/BM, Danyon TP 868/BS Letkol Inf. Mamik Prananto Kurniawan, Ketua DPRD Kotamobagu Adrianus Mokoginta, S.E., unsur Kejaksaan, Pengadilan, para pejabat instansi vertikal, Sekretaris Daerah, hingga para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kotamobagu.
Lapangan upacara dipadati oleh barisan peserta yang berdiri tegap dalam satu rampak. Barisan tersebut terdiri atas peleton gabungan personel Polres Kotamobagu bersama polsek jajaran, prajurit Kodim 1303/BM, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta perangkat desa dan kelurahan se-Kota Kotamobagu.
Gaung Ikrar Kesetiaan pada Ideologi Negara
Rangkaian tata upacara berlangsung dengan tingkat kedisiplinan dan kesakralan yang tinggi. Detik-detik mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi, pembacaan Teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembacaan Naskah Ikrar menggema di jantung kota. Seluruh rangkaian tersebut kembali mengingatkan setiap elemen masyarakat akan pentingnya merawat serta menjaga keutuhan ideologi negara dari segala bentuk ancaman.
Upacara kebangsaan yang menjadi simbol perekat persatuan ini ditutup dengan doa bersama serta alunan lagu kebesaran Andhika Bhayangkari. Seluruh rangkaian kegiatan resmi berakhir dengan laporan akhir dari komandan upacara, memastikan situasi di lapangan tetap berada dalam kondisi aman, tertib, lancar, dan sangat kondusif.
Reporter: R01
Editor: Tim Redaksi RNO

