RABAT, RNO — Kerajaan Maroko resmi mengukir babak baru dalam konstelasi politik nasionalnya. Raja Mohammed VI secara resmi menunjuk Fatima Ezzahra El Mansouri, koordinator kepemimpinan kolektif Partai Otentisitas dan Modernitas (Authenticity and Modernity Party / PAM), sebagai Kepala Pemerintahan baru dan mempercayakannya untuk membentuk kabinet. Langkah monumental ini menandai tonggak sejarah penting dalam tata kelola pemerintahan di "Negeri Matahari Terbenam" tersebut.
Dalam audiensi kerajaan di Rabat, El Mansouri menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam atas mandat yang diberikan oleh Raja Mohammed VI. Ia menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk segera bergerak cepat menyusun komposisi pemerintahan yang solid demi menjawab ekspektasi tinggi masyarakat.
"Ini adalah momen bersejarah bagi negara kita. Ini adalah pertama kalinya seorang perempuan ditunjuk untuk memimpin pemerintahan, yang menjadi sumber kebanggaan bagi saya dan seluruh perempuan di negeri ini," ungkap El Mansouri di hadapan awak media.
Ia juga menyoroti komitmen konsisten Raja Mohammed VI dalam mendorong pemberdayaan perempuan Maroko agar dapat mengambil peran sentral dalam membangun masyarakat yang harmonis dan progresif. Ke depan, pemerintah baru akan memprioritaskan solusi konkret dan realistis bagi generasi muda serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Dukungan Penuh Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma)
Dinamika politik dan transisi kepemintahan di Maroko ini turut menarik perhatian luas dari kancah internasional, termasuk dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya proses penyelenggaraan politik hingga terbentuknya struktur pemerintahan baru di Maroko.
Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Wilson Lalengke menegaskan bahwa Persisma akan terus konsisten memberikan dukungan penuh terhadap berbagai langkah pembangunan di bawah kepemimpinan El Mansouri.
"Kami mengucapkan selamat atas penunjukan Fatima Ezzahra El Mansouri sebagai kepala pemerintahan Maroko yang baru. Kami yakin di bawah pemerintahan yang dicirikan oleh persatuan, solidaritas, dan dedikasi tinggi, Maroko akan terus meraih keberhasilan serta kejayaan di berbagai sektor," tegas Wilson.
Ia menambahkan, hubungan historis dan kultural yang erat antara Indonesia dan Maroko harus terus dipererat melalui kemitraan strategis serta diplomasi antar-masyarakat (people-to-people diplomacy) yang selama ini diinisiasi oleh berbagai elemen, termasuk Persisma.
Terobosan kepemimpinan perempuan pertama di tingkat kepala pemerintahan ini tidak sekadar menjadi simbol kemajuan kesetaraan gender, melainkan cerminan modernisasi politik yang berakar kuat pada tradisi Maroko. Stabilitas sosial-politik yang kian kokoh di bawah kepemimpinan baru ini diyakini bakal memperkuat posisi strategis Maroko di kawasan Afrika Utara sekaligus mempererat kerja sama bilateral dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.
Sumber: Persisma
Editor: Tim Redaksi RNO

