RABAT, RNO — Dinamika politik Kerajaan Maroko memasuki era baru yang sarat makna. Pada Jumat, 16 Oktober 2026 (bertepatan dengan 4 Jumada I 1448 H), Yang Mulia Raja Mohammed VI memimpin langsung upacara pelantikan anggota kabinet pemerintahan baru di Istana Kerajaan di Rabat. Momentum sakral ini menandai langkah strategis dalam tata kelola pemerintahan di negara yang dikenal sebagai Maghrib al-Aqsa.
Struktur kabinet anyar ini memadukan kesinambungan kepemimpinan dan inovasi administratif secara matang. Amanah sebagai Kepala Pemerintahan kini diemban oleh Fatima Ezzahra El Mansouri, yang mencatatkan sejarah sebagai wanita pertama Maroko yang menempati posisi puncak pemerintahan di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.
Sejumlah pos strategis tetap diisi oleh tokoh-tokoh berpengalaman, di antaranya Abdelouafi Laftit sebagai Menteri Dalam Negeri, Nasser Bourita sebagai Menteri Luar Negeri, Kerjasama Afrika dan Warga Negara Maroko di Luar Negeri, serta Abdellatif Ouahbi sebagai Menteri Kehakiman. Di sisi lain, pembentukan kementerian baru seperti Kementerian Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, dan Reformasi Administrasi di bawah kepemimpinan Ahmed Rahhou, menunjukkan respons adaptif Maroko dalam menghadapi tantangan era digital global.
Apresiasi dan Dukungan Penuh dari Indonesia
Langkah strategis Raja Mohammed VI dalam menyusun formasi kabinet ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak internasional, termasuk dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi mendalam serta rasa puas atas terbentuknya susunan kabinet baru tersebut.
"Pembentukan kabinet baru ini merupakan bukti nyata dari kecermatan, kepiwaian, dan kearifan Yang Mulia Raja Mohammed VI dalam mengelola roda kepemimpinan Kerajaan Maroko," ujar Wilson Lalengke dari Jakarta, Sabtu (18/10/2026).
Menurut Wilson, penunjukan ini bukan sekadar proses administratif, melainkan cerminan kecerdasan politik dalam menempatkan figur-figur terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen tinggi. Komposisi kabinet yang komprehensif—meliputi sektor ekonomi, kedaulatan pangan, inovasi teknologi, hingga perlindungan sosial—dinilai sangat peka terhadap kebutuhan riil rakyat serta diyakini mampu memperkokoh stabilitas nasional dan kedaulatan Maroko di kancah global.
Perspektif Filosofis: Kepemimpinan dan Kebijaksanaan Negara
Kebijakan kepemimpinan Raja Mohammed VI dalam menyeleksi para pembantunya sejalan dengan gagasan-gagasan besar filsafat politik dunia:
- Plato (428–347 SM): Melalui konsep Philosopher King dalam karyanya Respublica, Plato menekankan bahwa tata kelola ideal tercapai apabila dipimpin oleh figur berwawasan luas dan bijaksana—terfleksi dari kecermatan Raja dalam memilih menteri berdasarkan kompetensi teknis.
- Niccolò Machiavelli (1469-1527): Menekankan pentingnya prudence in the selection of ministers, di mana kualitas pemimpin dinilai dari kemampuannya menempatkan penasihat dan menteri yang cakap untuk mengeksekusi kebijakan negara.
- Immanuel Kant (1724-1804): Menyoroti pentingnya penegakan tugas moral (imperatif kategoris) dalam kepemimpinan, di mana kekuasaan diarahkan sepenuhnya untuk mengabdi pada hak-hak warga negara.
Susunan Lengkap Kabinet Pemerintahan Baru Maroko
Berikut adalah susunan lengkap jajaran menteri dan pejabat tinggi dalam kabinet baru Kerajaan Maroko:
- Kepala Pemerintahan: Fatima Ezzahra El Mansouri
- Menteri Dalam Negeri: Abdelouafi Laftit
- Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko: Nasser Bourita
- Menteri Kehakiman: Abdellatif Ouahbi
- Menteri Wakaf dan Urusan Islam: Ahmed Toufiq
- Sekretaris Jenderal Pemerintah: Hassan Tariq
- Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Kinerja Publik: Fouzi Lekjaa
- Menteri Peralatan, Air, dan Kehutanan: Nizar Baraka
- Menteri Pendidikan Nasional, Prasekolah, Pelatihan Profesional, dan Kualifikasi: Nabil Benabdallah
- Menteri Kesehatan dan Perlindungan Sosial: Youns Bjijou
- Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kedaulatan Pangan: Khalid Hatimy
- Menteri Perindustrian, Perdagangan, Investasi, dan Inklusi Ekonomi: Ryad Mezzour
- Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Olahraga: Mohamed Mehdi Bensaid
- Menteri Pendidikan Tinggi, Penelitian Ilmiah, dan Inovasi: Azzeddine El Midaoui
- Menteri Transportasi dan Logistik: Abdessamad Kayouh
- Menteri Energi, Pertambangan, dan Pembangunan Berkelanjutan: Charafat Afailal
- Menteri Ketenagakerjaan dan Dialog Sosial: Abderrahim Chahid
- Menteri Perencanaan Wilayah, Tata Kota, Perumahan, dan Kebijakan Kota; Juru Bicara Pemerintah: Samir Belfkih
- Menteri Kecerdasan Buatan, Transformasi Digital, dan Reformasi Administrasi: Ahmed Rahhou
- Menteri Pariwisata, Kerajinan Tangan, dan Ekonomi Solidaritas: Jalal Charaf
- Menteri Keluarga, Pembangunan Sosial, dan Kesetaraan: Najwa Koukouss
- Menteri Delegasi untuk Kepala Pemerintahan bidang Administrasi Pertahanan Nasional: Abdeltif Loudyi
- Menteri Delegasi untuk Kepala Pemerintahan bidang Hubungan dengan Parlemen dan Masyarakat Sipil: Kouloub Faitah
- Menteri Delegasi untuk Menteri Perindustrian, Perdagangan, Investasi, dan Inklusi Ekonomi bidang Perdagangan Luar Negeri: Omar Hejira
- Menteri Delegasi untuk Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kedaulatan Pangan bidang Perikanan: Ahmed Mehdi Mezouari
- Menteri Delegasi untuk Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan Prasekolah & Penanggulangan Putus Sekolah: Kamal Hachoumi
- Menteri Delegasi untuk Menteri Pendidikan Nasional bidang Pelatihan Profesional dan Kualifikasi: Madiha Khayr
- Menteri Delegasi untuk Menteri Perencanaan Wilayah bidang Perumahan dan Kebijakan Kota: Fatima Saadi
- Menteri Delegasi untuk Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Olahraga bidang Kepemudaan: Salah-Eddine Abkari
- Menteri Delegasi untuk Menteri Keluarga bidang Inklusi Sosial: Rachid Hamouni
- Menteri Delegasi untuk Menteri Kecerdasan Buatan bidang Reformasi Administrasi: Aïcha Guellaa
- Menteri Delegasi untuk Menteri Pariwisata bidang Kerajinan Tangan dan Ekonomi Solidaritas: Abdeljabbar Errachidi
Rangkaian upacara pelantikan tersebut ditutup dengan pengangkatan sumpah jabatan di hadapan Baginda Raja, sesi foto bersama, serta disaksikan oleh Kepala Rumah Tangga Istana Baginda Raja, Sidi Mohammed El Alaoui. Persisma optimis penyusunan kabinet yang matang ini akan semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia-Maroko serta membawa kesejahteraan merata bagi rakyat Maroko.
Sumber: PERSISMA
Editor: Tim Redaksi RNO

