MAJALENGKA, RNO — Memasuki dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan strategis pemerintah dinilai masih berada di jalur yang tepat (on the track) sesuai dengan visi besar Asta Cita. Penilaian tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Majalengka, H. Ano Suksena, dalam pandangannya terhadap evaluasi dua tahun kepemimpinan nasional, Selasa (20/10/2026).
Ano memaparkan bahwa perjalanan roda pemerintahan selama dua tahun terakhir tidak terlepas dari berbagai tantangan berat, mulai dari dinamika geopolitik dunia yang memanas, fluktuasi persoalan energi, hingga faktor alam yang turut memengaruhi stabilitas dalam negeri. Menurutnya, situasi internasional yang tidak menentu menuntut ketegasan kepemimpinan nasional agar kepentingan rakyat tetap terlindungi.
Hadapi Tekanan Global dan Jaga Kedaulatan Bangsa
Dalam pandangannya, faktor eksternal kerap berada di luar kendali pemerintah, namun langkah antisipatif terus ditempuh untuk meredam imbas konflik global terhadap perekonomian domestik.
"Masalah yang dihadapi Indonesia sebagian besar karena faktor eksternal dan alam, di luar kendali kita. Tapi Presiden berusaha sekali menekan imbas perang dan sebagainya, dengan risiko siap dibully oleh warga negara sendiri," ujar Ano.
Ia bahkan menegaskan bahwa ketegasan kepemimpinan nasional menjadi benteng pertahanan utama bagi kestabilan negara. "Kalau bukan Prabowo, mungkin sudah kocar-kacir ditekan pihak asing," tambahnya.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Energi Berkelanjutan
Selain menyoroti stabilitas geopolitik, Ano menekankan urgensi penguatan kedaulatan energi dan ketahanan pangan sebagai pilar utama kemandirian bangsa. Ia mengingatkan kembali sejumlah momentum penting kehadiran Presiden Prabowo di Kabupaten Majalengka—baik saat menghadiri kegiatan Sehat Bersama untuk Indonesia Maju di Jatipamor pada Januari 2024 maupun Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, pada April 2025 lalu.
Bagi Partai Gerindra Majalengka, sektor pangan dan energi adalah dua pilar strategis yang harus terus dikawal secara berkelanjutan agar Indonesia mampu melepaskan diri dari ketergantungan eksternal serta memperkokoh ketahanan nasional dari tingkat daerah hingga pusat.
Optimisme Menyongsong Masa Depan di Bawah Asta Cita
Menanggapi gejolak ekonomi global yang turut membayangi sejumlah negara di dunia—seperti dinamika di kawasan Eropa—Ano menilai pemerintah perlu terus menjaga keseimbangan antara kebijakan makroekonomi dan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat, termasuk stabilitas harga serta daya beli warga.
Menutup pandangannya, Sekretaris DPC Gerindra Majalengka ini menegaskan kembali optimisme partainya terhadap kepemimpinan nasional.
"Saya menganggap dua tahun ini Pemerintahan Presiden Prabowo masih on the track, sejalan dengan Asta Cita," pungkasnya, sembari berharap agar seluruh program prioritas kerakyatan dapat terus konsisten dijalankan demi kemajuan bangsa.
Reporter: Spd
Editor: Tim Redaksi RNO

