MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE— Suasana malam yang semula tenang di Blok Cioray, Desa Tajur, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, mendadak berubah menjadi kepanikan. Suara gemuruh keras memecah keheningan setelah bagian atas tembok belakang sebuah rumah ambruk dan materialnya menghantam bangunan milik warga di sekitarnya.
Peristiwa tersebut terjadi Jumat malam (4/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Tembok bata milik rumah Obay Nursobah yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 17 meter dan lebar 2 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter itu roboh dan menimpa bagian dapur dua rumah warga.
Salah seorang warga, Aisah (55), saat kejadian tengah beristirahat di dalam kamar. Ia tiba-tiba dikejutkan suara benturan keras. Setelah keluar untuk memastikan sumber suara, ia mendapati bagian dapurnya telah tertimpa material reruntuhan tembok.
Bukan hanya dapur. Material bangunan yang jatuh juga dilaporkan merusak kanopi, sumur gali, hingga mesin pompa air milik warga. Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi bangunan yang mulai mengalami penurunan kelayakan dapat berubah menjadi ancaman, terlebih ketika berhadapan dengan hembusan angin kencang.
Mendapat laporan dari perangkat desa, personel Polsek Cigasong langsung mendatangi lokasi. Kapolsek Cigasong AKP Sarjiyo, S.E., M.H., CPHR., bersama Wakapolsek Iptu H. Siswanto, S.H., M.H., Kanit Reskrim, Kanit Intelkam, dan Bhabinkamtibmas Bripka Yusup Aditya melakukan pengecekan lokasi.
Petugas juga berkoordinasi dengan Babinsa Koramil 1701 Majalengka Serda Zaelani Husein serta Satpol PP Cigasong. Tim gabungan kemudian mengamankan area kejadian, membantu warga mengevakuasi dan membersihkan puing-puing bangunan, sekaligus melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian yang dialami warga.
Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cigasong AKP Sarjiyo, S.E., M.H., CPHR., membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar ada kejadian tembok rumah bagian atas yang roboh menimpa bangunan dapur dan fasilitas rumah milik tetangga di sekitarnya pada Jumat malam. Hasil pengecekan di lokasi serta keterangan saksi menunjukkan kondisi konstruksi tembok memang sudah rapuh dan terdampak hembusan angin,” ujar AKP Sarjiyo, Sabtu (5/9/2026).
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerusakan yang terjadi tidak sedikit. Kerugian materil yang dialami pemilik rumah dan tiga warga terdampak ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Di balik puing-puing yang berserakan, musibah ini menyisakan pesan penting bagi masyarakat: keselamatan sebuah rumah bukan hanya ditentukan oleh kokohnya dinding saat dibangun, tetapi juga oleh kepedulian untuk memeriksa dan merawatnya dari waktu ke waktu.
Polsek Cigasong mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi ekstrem. Warga diminta secara berkala memeriksa kondisi tembok, atap, kanopi, dan bagian konstruksi rumah lainnya yang berpotensi membahayakan apabila mengalami kerusakan atau pelapukan.
Kewaspadaan sederhana dapat menjadi langkah penting untuk mencegah musibah yang lebih besar.**
Redaksi RNO


