KOTAMOBAGU, REAL NEWS ONE — Merespons aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan antrean panjang penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, jajaran Polres Kotamobagu bergerak cepat. Tim Pantera Presisi bersama Unit Reaksi Cepat (URC) langsung diturunkan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Polres Kotamobagu, Sabtu (5/9/2026).
Patroli taktis yang dipimpin oleh Kabag Ops AKP Rusdin Zima, S.E. ini dilakukan untuk memantau situasi lapangan secara langsung sekaligus berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Dari hasil pemantauan, penumpukan kendaraan di lima SPBU wilayah Kotamobagu terjadi akibat keterlambatan pasokan yang dipicu oleh faktor cuaca di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Meskipun antrean sempat mengular, kehadiran personel kepolisian memastikan proses pengisian BBM berjalan lancar. Polisi turut melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif agar antrean kendaraan tidak memicu kemacetan di jalan umum maupun mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Penjelasan Resmi Kapolres: Kuota Aman, Mobilitas Tinggi Jadi Pemicu
Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menanggapi setiap keluhan publik, khususnya terkait kebutuhan dasar warga. Pihaknya bersama instansi terkait akan terus memperketat pengawasan di seluruh SPBU untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan distribusi.
"Dari hasil pantauan di lapangan, antrean kendaraan terjadi akibat keterlambatan pengiriman yang dipengaruhi faktor cuaca. Selain itu, kuota BBM sebenarnya telah disalurkan hingga melebihi batas, yakni mencapai 109 persen. Sejak Januari hingga Agustus, alokasi kuota untuk satu tahun tidak mengalami perubahan dan dinilai sudah mencukupi. Namun, tingginya mobilitas serta padatnya aktivitas masyarakat menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang di SPBU," jelas Kapolres.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara panik (panic buying), membeli sesuai kebutuhan, serta senantiasa tertib saat mengantre di SPBU.
Aksi responsif yang digawangi oleh Tim Pantera Presisi dan URC ini menjadi wujud nyata kesiapsiagaan Polres Kotamobagu dalam menghadirkan rasa aman, menjaga kondusivitas wilayah, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Kotamobagu.
Reporter: R01
Editor: Tim Redaksi RNO


