Gambar

Gambar

Negara Hadir di Bojong Cideres, TNI Bangkitkan Kembali Jembatan Penghubung Tiga Desa

REDAKSIONE
Jumat, 18 September 2026
Last Updated 2026-09-18T04:04:45Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE— Ketika sebuah jembatan nyaris runtuh, yang dipertaruhkan bukan sekadar beton dan besi, tetapi juga denyut kehidupan warga yang bergantung pada akses tersebut.

Di Blok Pakauman, Desa Bojong Cideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, akses yang sebelumnya hanya bisa dilalui sepeda motor kini kembali terbuka setelah jembatan selesai dibangun melalui program TNI Manunggal dengan rakyat.


Jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 2 meter itu dikerjakan selama 35 hari.


Sebelumnya, kondisi jembatan lama memprihatinkan dan nyaris tidak dapat dilalui karena konstruksinya terancam rubuh.


Kini, akses penghubung tiga desa tersebut bahkan sudah dapat dilalui kendaraan roda tiga.


Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengatakan pembangunan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara melalui TNI untuk menjawab kebutuhan masyarakat.


“Ini bentuk negara hadir untuk masyarakat Bojong Cideres melalui TNI AD Manunggal dengan rakyat. Sebelumnya jembatan yang dibangun TNI itu nyaris rubuh, sehingga negara turun melalui TNI,” ujar Rendra seusai peresmian dengan gunting pita, Jumat (18/9/2026).


Bupati Majalengka turut memberikan apresiasi terhadap program tersebut.


Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui sinergi TNI dan pemerintah daerah menjadi langkah penting, terutama ketika kondisi fiskal daerah menghadapi tekanan.


Ia menilai kebijakan pemerintah pusat yang memberikan ruang bagi TNI untuk mengerjakan pembangunan fisik bersama pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.


Usai meresmikan jembatan di Dawuan, rombongan Dandim 0617/Majalengka bersama Bupati Majalengka melanjutkan agenda ke Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati.


Sekitar pukul 09.00WIB, keduanya meresmikan sumur bor di Blok Senen sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan masyarakat.


Perjalanan kemudian berlanjut menuju Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh. Sekitar pukul 10.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan groundbreaking Jembatan Perintis Garuda di Blok Minggu.


Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur tidak selalu berbicara tentang angka dan proyek.


Di balik sebuah jembatan yang kembali kokoh, ada mobilitas warga yang terbuka, aktivitas ekonomi yang bergerak, serta harapan masyarakat yang kembali menemukan jalan untuk tumbuh.**

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl