MAJALENGKA, REAL NEWS ONE — Gerakan masif untuk melindungi masa depan generasi bangsa kembali digaungkan di Kabupaten Majalengka. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah, secara tegas mengajak seluruh kader PKK, Posyandu, hingga Bunda PAUD untuk bersatu padu meningkatkan kualitas kesehatan anak, mempercepat cakupan imunisasi, serta menumpas tuntas stunting, gizi buruk, dan gizi kurang di akar rumput.
Pesan penting tersebut diserahkan langsung di hadapan jajaran pimpinan daerah—termasuk Bupati dan Wakil Bupati Majalengka, Ketua DPW Kabupaten, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala DMPD, para camat, serta tamu undangan—saat pelantikan massal Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Pembina Posyandu, dan Bunda PAUD se-Kabupaten Majalengka di Gedung Nyi Rambut Kasih, Rabu (2/9/2026).
Bagi Hj. Iim, imunisasi bukan sekadar prosedur medis rutin, melainkan benteng pertahanan utama untuk memberikan perlindungan optimal kepada anak-anak dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
"Imunisasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, kita harus terus berupaya agar cakupan imunisasi tinggi, merata, dan berkelanjutan," tegas Hj. Iim di sela-sela arahannya.
Optimalkan Waktu, Rapatkan Barisan di Lapangan
Menghadapi sisa tantangan program tahun berjalan, Hj. Iim menginstruksikan seluruh pengurus TP PKK di tingkat kecamatan hingga desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan bidan desa untuk tidak mudah menyerah pada kendala geografis maupun sosial di lapangan.
Berdasarkan data yang ada, capaian imunisasi lengkap pada baduta di Kabupaten Majalengka pada tahun 2025 (tercatat per 20 Januari 2026) sukses menembus angka 110,6 persen—melampaui target nasional sebesar 88 persen. Sementara itu, Open Data Jawa Barat mencatat sebanyak 14.443 bayi di Majalengka telah mendapatkan imunisasi bayi lengkap sepanjang tahun 2025.
Kendati rasio pencapaian tergolong tinggi, Hj. Iim mengingatkan bahwa angka statistik bukanlah satu-satunya tolok ukur. Yang terpenting adalah memastikan tidak ada satu pun anak di pelosok Majalengka yang terlewat dari pelayanan kesehatan dasar.
"Jangan mengeluh. Jangan menyerah. Kita masih punya waktu untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Mari bekerja sama antara PKK desa, Posyandu, Puskesmas, dan bidan desa," serunya penuh motivasi.
Posyandu Lebih dari Sekadar Timbang Badan
Lebih lanjut, ia menekankan agar fungsi Posyandu direvitalisasi secara total. Posyandu tidak boleh lagi sekadar dipandang sebagai tempat penimbangan berat badan balita bulanan, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan dan edukasi kesehatan publik yang paling dekat dengan denyut nadi keluarga.
Penanganan kesehatan anak juga tidak bisa berjalan secara sektoral atau dibebankan semata pada dinas kesehatan. Diperlukan integrasi lintas perangkat daerah—termasuk Dinas Kesehatan, DP3A, hingga Forum Anak Daerah—serta pengenalan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis potensi lokal yang murah namun kaya gizi.
"Bersama, kita wujudkan perlindungan kesehatan bagi setiap anak, menuju generasi Majalengka yang sehat, kuat, dan berkualitas," pungkasnya optimis.
Sumber: Spd
Editor: Agung RNO


