Gambar

Gambar

IRONIS! MPA Silihwangi Berjibaku Padamkan Karhutla TNGC, Budaya "Jatah Getah" Pinus Justru Subur Dikelola Rame-Rame

Tim Redaksi
Selasa, 29 September 2026
Last Updated 2026-09-29T03:00:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, RNO — Sebanyak 80 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning layak mendapatkan standing applause. Pada Jumat malam (18/09/2026), mereka dengan gagah berani berjibaku memadamkan dua titik api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) hingga dini hari.


  • Titik Pertama (Situ Sangiang): 30 personel bergerak sejak pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.
  • Titik Kedua (Blok Grohol, Desa Sunia Baru): 50 personel bergerak dari pukul 23.00 WIB hingga pagi hari.


Berbekal peralatan seadanya dan semangat gotong royong yang luar biasa, mereka membuktikan bahwa 1.076 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar dari Kuningan hingga Majalengka adalah pahlawan sejati penjaga kelestarian Gunung Ciremai.


Di Balik Asap Karhutla, Ada "Koperasi Getah" Berkedok Konservasi?


Namun, di balik aksi heroik penyelamatan hutan di tengah gelapnya malam, publik Majalengka dan Kuningan menyimpan bisikan tajam yang kini sampai ke meja redaksi. Ada kontras tajam dengan pemandangan di siang hari di kawasan TNGC.


Aktivitas ekonomi getah pinus bernilai ratusan juta rupiah diduga dikelola secara "rame-rame" dan rapi. Lebih ironis lagi, beredar cerita klasik yang telah menjadi rahasia umum: suburnya budaya "jatah".


Redaksi The Real News One (RNO) tidak sedang menuduh institusi, melainkan mempertanyakan integritas para oknum terhormat yang bermain di dalamnya—bahkan, nama-nama oknum tersebut telah dikantongi oleh meja redaksi.


“Jangan sampai ada rumus: getah ditampung rame-rame, jatah dibagikan diam-diam, giliran kebakaran MPA yang disuruh maju.”

 

Jika pengelolaan getah pinus di TNGC benar-benar resmi untuk konservasi, mengapa isu jatah begitu kencang berhembus? Mengapa harus ada setoran agar aman? Mengapa ada jatah untuk oknum ormas agar tidak ribut, oknum wartawan agar tutup mulut, hingga oknum pejabat yang pura-pura tuli?


Jika praktik ini benar terjadi, maka ini bukan lagi konservasi alam, melainkan praktik "Koperasi Getah Berkedok Penyelamat Hutan".


Pahlawan Kesiangan vs Keringat MPA


Coba renungkan bagi pihak-pihak yang kerap menerima jatah getah: pernahkah kalian ikut memadamkan api di Blok Grohol hingga pukul dua pagi, menghirup pekatnya asap, dan merasakan panasnya kobaran api?


Apakah jatah getah yang kalian nikmati sebanding dengan tetesan keringat 80 personel MPA yang tidak pernah meminta bagian sepeser pun?


MPA tidak pernah menuntut jatah getah. MPA hanya ingin hutan tidak terbakar.


Namun, kenyataan pahit berbicara: hutan belum sepenuhnya pulih dan masih sekarat, tetapi getahnya sudah lebih dulu ditagih.


Pesan Tegas Meja Redaksi RNO


Gunung Ciremai tidak membutuhkan pahlawan kesiangan yang hanya muncul berfoto di lokasi saat pemadaman api. Ciremai butuh orang-orang yang punya rasa malu untuk tidak meminta jatah dari kawasan hutan yang sedang terluka.


Berhentilah mengenakan atribut organisasi, ormas, atau kartu pers sekadar untuk melegitimasi tampungan getah. Pakailah atribut itu untuk turun langsung memikul selang pemadam bersama MPA di garis depan.


Publik hari ini sudah cerdas dan kritis. Publik tahu persis membedakan mana wartawan yang menulis berlandaskan idealisme murni, dan mana oknum yang bungkam karena sudah kenyang dengan jatah getah. Publik juga bisa membedakan mana ormas yang tulus menjaga kelestarian gunung, dan mana ormas yang hanya menjaga setoran.


RNO secara tegas memilih berdiri bersama MPA. Berdiri bersama keringat dan ketulusan, bukan bersama aroma suap dan jatah.


Jika ada pihak yang merasa tersinggung dengan tulisan ini, silakan berkaca: apakah Anda bagian dari mereka yang gemar meminta jatah? Jika tidak, tulisan ini tentu bukan untuk Anda. Namun jika iya, semoga rasa malu itu masih tersisa di dada Anda.


Penulis: Kakang Oby Kresna (Pemimpin Redaksi RNO)

Editor: Tim Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl