Gambar

Gambar

22 Rumah Warga Disulap Lebih Layak, H. Agus Asri Sabana Tegaskan Kekuatan Zakat untuk Gerakan Sosial di Majalengka

REDAKSIONE
Kamis, 03 September 2026
Last Updated 2026-09-03T03:21:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE– Rumah bukan sekadar tempat berlindung. Di dalamnya ada martabat, harapan, sekaligus ruang bagi sebuah keluarga untuk menata masa depan.


Kesadaran itulah yang terus didorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan H. Agus Asri Sabana, S.Ag., M.Si., melalui gerakan nyata membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu).


Bukan bekerja sendiri, BAZNAS Majalengka membangun kekuatan melalui kolaborasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka.


Sinergi tersebut kemudian melahirkan aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Sebanyak 22 rumah warga yang tersebar di 20 titik berhasil mendapatkan penanganan melalui program kolaborasi Rutilahu BAZNAS dan Kwarcab Majalengka.


Bagi H. Agus Asri Sabana, capaian tersebut bukan sekadar angka. Di balik setiap rumah yang diperbaiki terdapat keluarga yang kembali memperoleh ruang hidup yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi.


Ia menilai, kekuatan zakat akan semakin terasa manfaatnya ketika dikelola dengan semangat kolaborasi dan diarahkan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.


“Kami bangga dapat menjadi bagian dari ikhtiar tersebut melalui program kolaborasi Rutilahu dengan Kwarcab Majalengka. Ini merupakan salah satu tujuan untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae,” ujar Agus.


Menurutnya, pembangunan rumah warga tidak boleh hanya dipandang sebagai pekerjaan fisik. Lebih jauh, program tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial untuk menumbuhkan kepedulian sekaligus memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak berjalan sendirian menghadapi keterbatasan.


Karena itu, BAZNAS tidak hanya hadir melalui dukungan pembiayaan. Program tersebut juga membuka ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk mengambil bagian, mulai dari Pramuka hingga warga sekitar.


Di sinilah kolaborasi dengan Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka menemukan makna yang lebih luas.


Dana dan kekuatan program BAZNAS bertemu dengan energi kerelawanan, kepedulian serta semangat gotong royong anggota Pramuka dan masyarakat. Rumah yang sebelumnya tidak layak perlahan diperbaiki, sementara hubungan sosial antarwarga kembali dipererat.


Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari program Revitalisasi Rutilahu Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, yang berangkat dari arahan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada momentum Perkemahan Wirakarya Nasional di Jambi dan Peringatan Hari Pramuka ke-62 tahun 2023.


Ketika Kwarnas mengarahkan setiap Kwartir Cabang untuk melakukan revitalisasi sedikitnya satu rumah, Kwarcab Majalengka justru mampu bergerak lebih jauh. Kolaborasi dengan BAZNAS membuat program tersebut berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga.


Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Kak Eman Suherman, mengatakan keterlibatan Pramuka dalam program tersebut bukan hanya untuk membantu memperbaiki rumah, tetapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang dahulu menjadi kekuatan masyarakat.


“Atas dasar itu kami di Pramuka ingin hadir mengawal sekaligus berkolaborasi dan bersinergi. Nantinya anggota Pramuka dari setiap Kwarran, BAZNAS, dan masyarakat sekitar rumah yang dirutilahu bersama-sama bergotong royong,” kata Eman, Rabu (2/9/2026).


Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan rumah warga dapat menjadi momentum untuk mengembalikan tradisi sosial yang mulai terkikis oleh perubahan zaman.


Ia menggambarkan kembali suasana ketika masyarakat secara sukarela membantu tetangga membangun rumah, saling mengoper bata dan genting, hingga makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.


“Gambaran suasana tempo dulu akan bangkit kembali. Kita pernah ikut membantu membangun rumah tetangga dengan gotong royong, ada makan bersama, saling menerima bata atau genting. Pokoknya luar biasa. Itulah sesungguhnya program Pramuka yang tertuang dalam Trisatya dan Dasa Darma Pramuka,” ungkapnya.


Kolaborasi BAZNAS dan Pramuka tersebut pada akhirnya memperlihatkan satu pesan penting: membangun masyarakat tidak selalu harus dimulai dari proyek besar.


Terkadang, perubahan justru dimulai dari sebuah rumah sederhana yang dibuat lebih layak, dari kepedulian terhadap satu keluarga, dan dari tangan-tangan masyarakat yang kembali bersatu dalam semangat gotong royong.


Di titik itulah zakat, kepedulian sosial dan pengabdian Pramuka bertemu dalam satu tujuan: menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat dan mewujudkan Majalengka yang semakin Langkung Sae.**

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl