MAJALENGKA, THEREALNEWSONE.ID – Bursa pencalonan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Majalengka periode 2026–2030 mulai menghangat. Salah satu kandidat yang menyatakan kesiapannya maju berasal dari Padepokan Panglipur Ki Nur Alam, dengan membawa visi memperkuat pelestarian budaya pencak silat sekaligus meningkatkan prestasi atlet di tingkat daerah maupun nasional.
Padepokan Panglipur Ki Nur Alam menilai kepemimpinan IPSI ke depan harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa dan pengembangan olahraga prestasi yang berkelanjutan.
Perwakilan Padepokan Panglipur Ki Nur Alam menyampaikan bahwa pencalonan tersebut dilandasi semangat pengabdian terhadap dunia persilatan, bukan semata-mata untuk memperoleh jabatan.
"Kami maju bukan untuk jabatan. Kami maju karena terpanggil. IPSI harus dipimpin oleh orang yang memahami dunia pencak silat secara utuh, mulai dari sejarah, nilai-nilai budaya, hingga pembinaan atlet agar mampu berprestasi," ujarnya.
Selama ini, Padepokan Panglipur Ki Nur Alam dikenal aktif melakukan pembinaan generasi muda melalui pendidikan pencak silat yang tidak hanya berfokus pada teknik bela diri, tetapi juga penanaman karakter, etika, serta nilai-nilai kesatria.
Tiga Pilar Program
Apabila memperoleh amanah memimpin IPSI Kabupaten Majalengka, Padepokan Panglipur Ki Nur Alam mengusung tiga program prioritas.
Pilar pertama adalah pelestarian budaya dan sejarah pencak silat, melalui pendokumentasian jurus-jurus khas Majalengka, penguatan identitas perguruan, serta pelestarian warisan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
Pilar kedua berfokus pada penguatan prestasi atlet, dengan mendorong sistem pembinaan berjenjang sejak usia dini, peningkatan kualitas pelatih melalui sertifikasi, serta tata kelola pembinaan yang lebih terarah dan transparan. Targetnya adalah mengembalikan Majalengka sebagai salah satu daerah penyumbang prestasi pencak silat di tingkat Jawa Barat.
Sementara pilar ketiga menitikberatkan pada penguatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui musyawarah yang sehat serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap pengambilan keputusan.
Siap Bertanding Secara Sportif
Padepokan Panglipur Ki Nur Alam menegaskan bahwa kontestasi pemilihan Ketua IPSI harus menjadi ajang memperkuat persaudaraan antarperguruan, bukan ruang yang memecah belah insan pencak silat.
"Dalam gelanggang kita lawan, di luar gelanggang kita saudara. Itulah ajaran pencak silat yang harus terus dijaga," ungkap perwakilan padepokan.
Pemilihan Ketua Umum IPSI Kabupaten Majalengka periode 2026–2030 diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah pembinaan olahraga pencak silat yang mampu menjaga nilai budaya sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Oleh: Redaksi RNO
Editor: Agung


