Kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga bernama Udin (50). Saat itu, Udin melihat kepulan asap dan titik api di bawah lahan rumpun bambu. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Danramil 1711/Sumberjaya Kapten Cke Bajuri mengatakan, setelah menerima laporan, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat setempat langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
"Setelah mendapat laporan adanya titik api, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan warga segera melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," ujar Kapten Cke Bajuri.
Upaya pemadaman secara manual dilakukan sejak sekitar pukul 17.20 WIB. Selanjutnya, pada pukul 17.55 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Majalengka tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Petugas Damkar bersama warga terus berjibaku memadamkan kobaran api hingga akhirnya pada pukul 19.10 WIB api dinyatakan berhasil dipadamkan.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, lahan rumpun bambu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 500 meter persegi.
Kapten Cke Bajuri menyebutkan, penyebab kebakaran masih diduga berkaitan dengan kondisi musim kemarau dan cuaca ekstrem yang membuat lahan serta rumpun bambu mudah terbakar.
"Untuk penyebabnya diduga akibat kondisi musim kemarau dan cuaca ekstrem. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini," jelasnya.
Sejumlah pihak turut mendatangi lokasi dan membantu penanganan kebakaran, di antaranya Danramil 1711/Sumberjaya Kapten Cke Bajuri, Kapolsek Palasah AKP Yudha Irawan, personel MP dan Satpol PP Kecamatan Palasah, aparat Desa Sindangwasa, masyarakat setempat, serta tim Damkar Kabupaten Majalengka.
Adapun saksi dalam kejadian tersebut yakni Eman, Udin, dan Yana. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Kapten Cke Bajuri juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan kering dan area yang mudah terbakar.
Keterlibatan Babinsa bersama warga dalam penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI membantu masyarakat sekaligus mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (Pendim_0617)


