MAJALENGKA, THE REAL NEWS ONE– Gemuruh dukungan untuk Persib Bandung mengguncang kawasan Saung Nganteur Kahayang milik Anggota DPR RI Komisi XII, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, Kamis (6/8/2026).
Ribuan Bobotoh dari berbagai penjuru Majalengka memadati lokasi untuk menyaksikan laga sarat gengsi antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan persaudaraan.
Di balik riuhnya sorak-sorai para suporter, terselip pesan yang jauh lebih besar dari sekadar hasil pertandingan. Momentum tersebut dimanfaatkan Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaiman untuk mengajak masyarakat menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu, bukan pemicu konflik.
Acara yang turut dihadiri Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, unsur Forkopimda, komunitas motor, dan berbagai elemen masyarakat itu berubah menjadi panggung kolaborasi dalam memperkuat persatuan sekaligus membangun budaya sportivitas di tengah tingginya antusiasme para pencinta sepak bola.
Dalam sambutannya, AKBP Muhammad Aldi Sulaiman menegaskan bahwa ukuran kebesaran seorang suporter bukan hanya terlihat dari lantangnya memberikan dukungan kepada tim kebanggaannya, melainkan dari kemampuannya menjaga ketertiban, menghormati lawan, serta menerima setiap hasil pertandingan dengan sikap dewasa.
Menurut Kapolres, kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan, sementara kekalahan tidak boleh berubah menjadi kemarahan.
Justru, sambung dia, dari sportivitas itulah lahir karakter masyarakat yang matang, beradab, dan mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Ia juga mengajak seluruh Bobotoh dan masyarakat Majalengka untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung agar euforia sepak bola benar-benar menjadi hiburan yang membawa kegembiraan, bukan keresahan.
Sebagai bentuk pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat, Kapolres turut membuka akses komunikasi secara langsung melalui nomor pengaduan pribadinya.
Langkah tersebut merupakan komitmen Polres Majalengka dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
AKBP Muhammad Aldi Sulaiman menegaskan, menjaga kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, wakil rakyat, tokoh masyarakat, komunitas hingga seluruh warga.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Majalengka juga membagikan belasan hadiah menarik bagi para penonton.
Semangat kolaborasi itulah yang terus dibangun Polres Majalengka dalam menciptakan wilayah yang aman, damai, dan harmonis.
Sepanjang kegiatan, suasana nobar berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban.
Ribuan Bobotoh menikmati pertandingan dengan semangat persaudaraan, sementara berbagai komunitas yang hadir membaur tanpa sekat, membuktikan bahwa sepak bola mampu menjadi bahasa pemersatu masyarakat.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan klasik Persib kontra Persebaya, malam itu menjadi cerminan bahwa ketika sportivitas, kebersamaan, dan kepedulian terhadap keamanan berjalan beriringan, maka sepak bola tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat persatuan dan ketahanan sosial di Kabupaten Majalengka.**


