Gambar

Gambar

Iklan

Generasi Z Jangan Hanya Cari Kerja, Tapi Harus Berani Ciptakan Peluang

Redaksi
Sabtu, 08 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-08T14:00:32Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini
Foto bersama usai kegiatan Dialog Publik bertema “Navigasi Kebijakan Publik: Mengurai Efek Berantai Ekonomi Memperkuat Resiliensi Masyarakat” yang digelar di Auditorium Universitas Majalengka (UNMA), Sabtu (8/8/2026)


MAJALENGKA, THEREALNEWSONE.ID – Generasi muda, khususnya Generasi Z, menghadapi pasar kerja yang semakin kompetitif di tengah perubahan ekonomi dan transformasi digital. Karena itu, pemuda tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi dituntut memiliki keterampilan yang relevan, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta keberanian menciptakan peluang.


Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Publik bertema “Navigasi Kebijakan Publik: Mengurai Efek Berantai Ekonomi Memperkuat Resiliensi Masyarakat” yang digelar di Auditorium Universitas Majalengka (UNMA), Sabtu (8/8/2026).


Dialog menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Dr. Nita Hernita, S.E., M.M. selaku pakar ekonomi, Gus Muhammad Tubagus Hisnu, S.H. selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka, Anto Febrianto, M.Pd. selaku Ketua DPD KNPI Majalengka, Sukadi, SST., M.Si. selaku Statistisi Madya BPS Majalengka, serta Akbar Samodratama, S.E., M.M., Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemda Majalengka.


Salah satu pembahasan yang menarik perhatian muncul dalam sesi dialog dan tanya jawab, terutama ketika pembicaraan mengarah pada masa depan generasi muda di tengah perubahan struktur ekonomi dan dunia kerja.


Pendidikan Tetap Menjadi Fondasi


Dr. Nita Hernita menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja.


Menurutnya, tingkat pendidikan turut memengaruhi kapasitas seseorang dalam memahami persoalan, mengembangkan kompetensi, serta menentukan posisi dan jenjang karier dalam organisasi maupun industri.


“Pendidikan itu number one,” tegas Dr. Nita.


Namun, pendidikan formal tidak dapat berdiri sendiri. Perubahan kebutuhan industri membuat generasi muda harus terus mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pendidikan.


Skill Digital Jadi Modal Penting


Perubahan karakter dunia kerja juga membuat keterampilan digital semakin penting. Generasi Z dinilai memiliki karakter yang berbeda dengan generasi sebelumnya, termasuk dalam memandang fleksibilitas kerja dan keseimbangan kehidupan.


Dalam konteks tersebut, generasi muda perlu menguasai keterampilan khusus yang dapat memberikan nilai tambah.


Kemampuan memanfaatkan perangkat digital, aplikasi, serta jaringan internet tidak semestinya hanya digunakan untuk konsumsi informasi dan hiburan. Teknologi juga dapat menjadi instrumen untuk belajar, membangun jaringan, mengembangkan usaha, hingga menciptakan sumber pemasukan.


Dengan akses internet yang semakin luas, peluang generasi muda juga tidak lagi terbatas pada pasar lokal. Mereka dapat membangun koneksi dan mengembangkan kemampuan dengan memanfaatkan ekosistem digital yang bersifat global.


Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja


Persoalan lapangan pekerjaan kemudian mendapat sorotan dari Anto Febrianto. Ketua DPD KNPI Majalengka tersebut mendorong generasi muda agar tidak terus berada dalam pola pikir sebagai pencari kerja.


Menurutnya, pemuda harus mulai berani mengubah pertanyaan dari “Di mana saya bisa bekerja?” menjadi “Apakah saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan?”


Perubahan cara berpikir tersebut dinilai penting karena keterbatasan lapangan kerja tidak akan selesai apabila seluruh generasi muda hanya menunggu perusahaan atau pemerintah membuka lowongan.


Anto juga menekankan bahwa keberanian memulai tidak selalu harus menunggu tersedianya modal finansial yang besar.


Salah satu modal terpenting justru adalah kemauan untuk membangun relasi dan berkolaborasi.


“Bangun relasi, bangun kolaborasi,” pesan Anto kepada generasi muda.


Menurutnya, pemuda tidak seharusnya berjalan sendirian ketika membangun usaha atau menciptakan sebuah gagasan. Kolaborasi memungkinkan munculnya masukan, evaluasi, dukungan, serta semangat untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama.


Kolaborasi Kecil, Dampak Besar


Gagasan tersebut juga mengarah pada pentingnya kontribusi generasi muda dalam membantu menyelesaikan persoalan pengangguran.


Sebuah usaha kecil yang dibangun oleh beberapa pemuda, misalnya, mungkin belum memberikan dampak besar secara ekonomi. Namun, ketika usaha tersebut mampu berkembang dan mempekerjakan orang lain, maka telah tercipta lapangan kerja baru.


Dari titik tersebut, generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari solusi persoalan ketenagakerjaan.


Perspektif tersebut menunjukkan bahwa resiliensi masyarakat tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kemampuan individu dan kelompok masyarakat dalam beradaptasi serta menciptakan peluang ekonomi.


Generasi Muda Harus Adaptif


Dialog publik tersebut pada akhirnya memperlihatkan bahwa tantangan generasi muda tidak berhenti pada persoalan memperoleh pekerjaan.


Pendidikan, keterampilan, penguasaan teknologi, kemampuan membangun relasi, serta keberanian berkolaborasi menjadi sejumlah modal penting untuk menghadapi perubahan ekonomi.


Bagi Generasi Z, perkembangan teknologi dapat menjadi tantangan sekaligus peluang. Mereka memiliki akses terhadap informasi dan jaringan yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya.


Persoalannya adalah bagaimana akses tersebut diubah menjadi kemampuan produktif dan menghasilkan nilai tambah.


Di tengah persaingan pasar kerja yang semakin ketat, menjadi pencari kerja tetap merupakan pilihan yang sah. Namun, keberanian menciptakan peluang dan membuka lapangan kerja bagi orang lain dapat menjadi langkah yang lebih strategis untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda.


Sumber: Hasil liputan lapangan Agung Abdilah, The Real News One, 8 Agustus 2026.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl