MAJALENGKA, THEREALNEWSONE.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga jajaran pemerintahan di tingkat desa membagikan sekitar 20.000 bendera Merah Putih kepada masyarakat, Rabu (12/8/2026).
Gerakan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian seremoni menyambut HUT Kemerdekaan. Pemkab Majalengka menjadikannya sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, nasionalisme, serta kesadaran masyarakat dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., mengatakan pembagian bendera dilakukan serentak oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, serta sejumlah elemen masyarakat. Bendera dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar Kantor Bupati dan DPRD Majalengka, serta disebarkan ke berbagai desa dan pusat keramaian.
Menurut Eman, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat Indonesia akan segera memperingati 81 tahun kemerdekaan.
“Mari kita rawat, mari kita jaga kebersamaan, gotong royong, sebagai identitas warga Majalengka, warga Sunda, warga Indonesia, dan juga agar terbangun militansi patriotisme untuk selalu mempertahankan NKRI. NKRI harga mati!” ujar Eman.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat melalui kekeluargaan, kebersamaan, kekompakan, dan persatuan.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba oleh berbagai isu yang dapat memecah persatuan.
Menurutnya, momentum HUT Kemerdekaan RI harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjaga identitas kebangsaan.
“Jaga NKRI, NKRI harga mati. Siapa lagi yang harus jaga kalau bukan kita.” tegasnya.
Kapolres: Bela Negara Dimulai dari Masyarakat
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldi Sulaiman, S.I.K., M.Si., mengapresiasi sinergi berbagai unsur dalam pelaksanaan gerakan pembagian bendera tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka, TNI, seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, jajaran Polres dan Polsek, pemerintah kecamatan dan desa, hingga Kodim, Koramil, serta Babinsa yang terlibat.
Menurut Aldi, pembagian bendera dilaksanakan secara serentak hingga ke tingkat kewilayahan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran patriotisme masyarakat.
“Tujuannya cuma satu: untuk meningkatkan jiwa patriotik dan cinta tanah air serta rasa nasionalisme. Bentar lagi tanggal 17 Agustus kita akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.” ujarnya.
Kapolres menilai semangat bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan bangsa.
“Mari kita tunjukkan bersama, siapa lagi yang membela negara kita kalau bukan diri kita sendiri.” tegasnya.
Merah Putih sebagai Simbol Persatuan
Gerakan pembagian sekitar 20.000 bendera tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas semangat peringatan kemerdekaan hingga ke tengah masyarakat.
Bendera Merah Putih tidak hanya menjadi simbol yang menghiasi ruang publik setiap Agustus, tetapi juga menjadi pengingat atas perjuangan panjang bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, pemerintah desa, serta masyarakat diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan. Semangat gotong royong dan persatuan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sosial masyarakat Majalengka.
Di tengah dinamika sosial yang rentan terhadap provokasi dan perpecahan, pesan yang disampaikan dari gerakan tersebut menjadi sederhana sekaligus tegas: kemerdekaan harus dirawat bersama, persatuan harus dijaga, dan NKRI merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.
Reporter: Agung



