Majalengka - REAL NEWS ONE` - Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menegaskan komitmen membangun birokrasi yang berintegritas. Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, saat memimpin Apel Pagi Bersama di Lapang Setda Majalengka.
Dalam amanatnya, Wabup Dena mengajak seluruh ASN meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga disiplin, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 juga dijadikan pijakan untuk mendorong ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, UMKM, hilirisasi, dan digitalisasi.
Yang paling disorot, seluruh perangkat daerah diinstruksikan untuk menyukseskan `Pariwara Antikorupsi 2026` sebagai upaya membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Redaksi RNO mengapresiasi keberanian pimpinan daerah membawa isu antikorupsi ke ruang apel. Ini sinyal bahwa pemberantasan korupsi tidak lagi tabu dibicarakan di internal birokrasi.
Namun apresiasi harus diuji dengan bukti. Berdasarkan amanat tersebut, RNO mencatat 3 PR besar yang harus segera ditindaklanjuti:
Akuntabilitas Keuangan Daerah`
Wabup menekankan akuntabilitas. Rakyat Majalengka berhak mengetahui. Kami mendorong agar laporan realisasi APBD dipublikasikan secara terbuka per triwulan di website resmi. Transparansi anggaran adalah vaksin paling ampuh untuk mencegah kebocoran.
Penguatan Koperasi dan UMKM`
Ajakan memperkuat koperasi dan UMKM harus melampaui seremoni. Data BPS 2024 mencatat 98% usaha di Majalengka adalah UMKM. Pertanyaannya: berapa koperasi yang naik kelas? Berapa UMKM yang sudah terdigitalisasi dan tembus pasar? Tanpa data dan pendampingan, "ekonomi kerakyatan" hanya akan menjadi slogan.
Pelayanan Publik Profesional`
Disiplin ASN penting. Tapi yang dirasakan rakyat adalah kecepatan layanan. Standar 1 hari selesai untuk KTP, perizinan, dan administrasi dasar harus menjadi tolok ukur. "Sepenuh hati" akan terasa ketika orang tua tidak lagi bolak-balik kantor hanya untuk 1 cap stempel.
Kalimat "Profesional, Akuntabel, dan Sepenuh Hati demi Majalengka Langkung SAE" adalah ikrar.
Tugas pers adalah mengawal ikrar itu menjadi kebijakan dan dirasakan di lapangan.
Kami di RNO memilih berdiri sebagai mitra kritis. Memuji saat benar, mengingatkan saat melenceng.
Karena Majalengka Langkung SAE tidak dibangun dari spanduk, tapi dari kerja nyata dan pengawasan bersama.
Penulis : Tim Redaksi RNO
Editor : Gung.


