THE REAL NEWS ONE -Biak, Papua – 15 Juni 2026 Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara, menyatakan sikap tegas : LMA Biak Numfor berdiri penuh di belakang Mama Yasinta Moiwend
dalam perjuangannya menuntut keadilan, perlindungan, dan pengakuan hak sebagai Perempuan Asli Papua. Langkah ini buntut dari peristiwa yang menyeret nama beliau terkait film "Pesta Babi" yang viral beberapa waktu lalu.
"Kami tidak bisa diam saat harkat seorang Mama diinjak. Karena yang diinjak bukan hanya Mama Yasinta, tapi martabat seluruh Perempuan Asli Papua" tegas David Rumansara, yang juga Staf Koordinator LMA Wilayah Saireri meliputi Biak Numfor, Supiori, Waropen & Kepulauan Yapen.
3 Alasan Mendasar Lma Berdiri Bersama Mama Yasinta:
1. Penegakan Ham Adalah Harga Mati
Setiap manusia, apalagi perempuan, punya hak atas rasa aman, perlindungan hukum, dan perlakuan adil. Ini bukan minta-minta. Ini perintah konstitusi: UUD 1945, diperkuat UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS.
Negara boleh lupa, tapi konstitusi nggak pernah tidur.
2. Perempuan Papua adalah Tiang Rumah Adat
Dalam adat Papua, Mama itu bukan "pelengkap". Mama itu pondasi. Mama jaga api, jaga anak, jaga budaya, jaga tatanan. Kalo pondasi digoyang, rumah adatnya ikut retak.
Apresiasi Hormat kami setinggi-tingginya buat Mama Yasinta. Berani bicara di tengah tekanan itu butuh nyali setinggi gunung Cycloop.
3. Keadilan Harus Seadil-adilnya
Proses hukum harus terang benderang. Nggak boleh gelap, nggak boleh pilih kasih, nggak boleh bikin Mama makin trauma. Keadilan yang sembunyi-sembunyi namanya bukan keadilan. Namanya kompromi kotor.
*Merindingnya di sini: "Keadilan yang telat itu kejahatan kedua buat korban".
Kami menyerukan 3 hal yang sederhana tapi menentukan:
1. Proses Dan Tuntaskan : Tangani kasus Mama Yasinta cepat, profesional, sesuai hukum. Jangan bikin beliau bolak-balik kayak layangan putus.
2. Lindungi: Jamin keamanan Mama Yasinta & keluarga selama proses berjalan. Karena mencari keadilan nggak boleh bikin korban jadi korban lagi.
3. Hormati: Jangan abaikan haknya sebagai Perempuan & Masyarakat Adat di setiap tahapan. Hukum adat mengakui beliau. Hukum negara wajib melindungi beliau.
Perjuangan Mama Yasinta bukan perjuangan 1 orang. Ini ujian nurani kita semua. Ujian buat aparat, buat pemangku adat, buat warga Papua, buat Indonesia.
Ingat baik-baik: Melindungi Mama Yasinta adalah Menjaga kedaulatan budaya Papua. Mengabaikan Mama Yasinta sama Merobek jati diri kita sendiri.
Untuk itu, sebagai Ketua LMA Biak Numfor, saya menyerukan kepada seluruh elemen: tokoh adat, pemerintah, penegak hukum, sampai warga biasa. Beri dukungan penuh. Buka ruang, buka telinga, buka hati. Biar kebenaran keluar, biar hak dipulihkan, biar Papua tetap Papua: tanah yang menghormati Mamanya.
Kami akan terus berdiri bersama Mama Yasinta sampai kata "Keadilan" benar-benar punya arti, bukan cuma jadi tulisan di gedung pengadilan.
"Harkat, martabat, dan kedaulatan Mama Yasinta Moiwend wajib dilindungi. Titik. Nggak pakai koma" - Pungkas David Rumansara.
Hormat kami,
David Rumansara
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Biak Numfor
Staf Koordinator LMA Wilayah Saireri
Redaksi RNO


