Gambar

Gambar

Iklan

20 Peternak Ayam Kampung Se-jabar Tempa Ilmu Di Lembang, Bawa Pulang Sertifikat Plus Teknologi Pakan Mandiri.

Redaksi one
Jumat, 12 Juni 2026
Last Updated 2026-06-13T03:41:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini

 

 


REAL NEWS ONE- Bandung - Gerakan kemandirian pangan dari desa terus bergulir. Sebanyak 20 perwakilan peternak ayam kampung dari 10 kabupaten/kota se-Jawa Barat menuntaskan Pelatihan Budi Daya Ayam Lokal 2026 di Balai Pelatihan dan Pengujian Kesehatan Pertanian Cikole, Lembang, Bandung Barat, 8–12 Juni 2026. Dua putra terbaik Majalengka, Udin Tahyudin dan Briyan, turut mengharumkan nama daerah di ajang tempa ilmu peternak se-Jabar tersebut.


Pelatihan ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Tujuannya satu. meningkatkan kualitas dan daya saing budi daya ayam lokal, khususnya ayam Sentul yang jadi kebanggaan peternak Jabar. Di tengah harga pakan pabrikan yang menanjak, para peternak dibekali ilmu agar tidak lagi tergantung. “Peternak cerdas itu yang bisa bikin pakan sendiri, bukan cuma ngasih makan,” begitu semangat yang ditanamkan selama 5 hari penuh.




Dari 20 peserta pilihan se-Jabar, Kabupaten Majalengka diwakili Udin Tahyudin dan Briyan asal desa jati serang kecamatan panyngkiran dan asal cibogo kecamatan Jatiwangi. Kehadiran mereka jadi bukti bahwa semangat peternak muda Majalengka tidak kalah dengan daerah lain. Pulang dari Lembang, mereka bukan cuma bawa koper, tapi bawa misi memajukan peternakan ayam kampung di Bumi Sindang Kasih.


Kegiatan dimulai 8 Juni 2026 dengan materi intensif di BPPKP Cikole Lembang. Tapi Guru bilang gini: ilmu tanpa praktek itu ibarat ayam tanpa jalu wkwk. Maka 11 Juni 2026, 20 peserta langsung “turun gunung” melakukan studi lapangan ke BPPTU Jatiwangi, Majalengka. Di sana mereka melihat langsung bagaimana teknologi perbibitan dan manajemen kandang modern diterapkan pada ayam lokal.


Inilah yang bikin pelatihan ini beda dan “nendang”. Peserta tidak hanya duduk dengar ceramah. Mereka langsung praktek meracik pakan mandiri dari bahan lokal, dan mengolah kohe ayam menjadi pupuk organik berkualitas. Artinya, dari satu ekor ayam, peternak dapat 2 rezeki daging/telur dari ayamnya, dan pupuk organik dari kotorannya. Zero waste, full berkah. Peternak untung, tanah subur, lingkungan bersih. 3 keuntungan sekali dayung.


 Pulang Bawa Ilmu, Bukan Cuma Sertifikat. 

Puncak acara pada 12 Juni 2026 ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada 20 peserta. Tapi sertifikat itu hanyalah kertas. Ilmu tentang pakan mandiri, manajemen kandang, dan pengolahan kohe itulah “sertifikat” sesungguhnya yang akan mereka bawa pulang ke 10 kabupaten/kota.


Kini Udin, Briyan, dan 18 rekannya kembali ke wilayah masing-masing. Misi mereka sama mengembangkan kemampuan, menularkan ilmu, dan membuktikan bahwa ayam kampung bisa naik kelas. Dari sekadar “ayam peliharaan” menjadi “mesin ekonomi keluarga”.


Kisah ini jadi pengingat untuk kita semua kemajuan Majalengka dan Jabar tidak akan datang dari kantor, tapi dari kandang. Dari tangan-tangan peternak yang mau belajar, mau praktek, dan mau mandiri.

Oby Kresna

Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl