Majalengka, THE REAL NEWS ONE—– Di antara perjalanan panjang pengabdian dan dinamika politik yang tak pernah sunyi, ada ruang paling sunyi yang hanya dimiliki seorang ayah: rasa syukur. Rabu, 11 Februari 2026, Dr. H. Karna Sobahi, M.M.Pd, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka menundukkan kepala dalam doa yang khusyuk.
Anak kelima dari Bupati Majalengka periode 2018–2023, sang bungsu tercinta, dr. Mohamad Daffa Alfarisi, M.MRS, resmi diwisuda di Universitas Tarumanegara (UNTAR) Jakarta.
“Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Alloh SWT, hari ini anak kelima saya diwisuda. Semoga ilmunya bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Karna Sobahi dengan suara yang sarat harap dan haru.
Bagi Karna Sobahi, momen ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini adalah titik temu antara perjuangan keluarga, doa yang tak pernah putus, dan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan pengabdian.
Gelar yang disandang sang anak bukan hanya simbol capaian intelektual, melainkan amanah moral untuk hadir di tengah masyarakat dengan ilmu dan empati.
Sebagai seorang dokter yang juga mengantongi gelar Magister Manajemen Rumah Sakit (M.MRS), dr. Mohamad Daffa Alfarisi diproyeksikan menjadi bagian dari generasi profesional kesehatan yang tak hanya piawai secara klinis, tetapi juga visioner dalam tata kelola layanan medis.
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang kian kompleks, kehadiran tenaga medis muda dengan kompetensi manajerial menjadi kebutuhan zaman.
Karna Sobahi menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang mengalir dari keluarga, sahabat, dan masyarakat Majalengka. Baginya, keberhasilan seorang anak adalah keberhasilan doa banyak orang.
“Terima kasih atas doanya,” tuturnya singkat, namun penuh makna.
Di balik toga dan prosesi wisuda, terselip pesan yang lebih dalam: bahwa pendidikan adalah investasi peradaban. Bahwa setiap gelar harus bermuara pada kemaslahatan.
Dan bahwa seorang ayah, betapapun kuat dan tegar di ruang publik, tetaplah manusia yang paling lembut hatinya saat menyaksikan anaknya menapaki tangga masa depan.
Hari itu, di Jakarta, bukan hanya seorang mahasiswa yang diwisuda. Seorang ayah merayakan harapan. Sebuah keluarga meneguhkan doa. Dan Majalengka kembali menaruh harap pada generasi yang akan mengabdi dengan ilmu dan nurani.***her


