Gambar

Gambar

Kajian Strategis RNO: Pilkades Digital Cimanintin Sumedang Jadi Cermin, Majalengka 2027 Harus Siap Mental Bukan Hanya Tablet

Tim Redaksi
Selasa, 03 November 2026
Last Updated 2026-11-03T05:48:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


REAL NEWS ONE // Majalengka - Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan desa. Pada 28 Oktober 2026, sebanyak 92 desa melaksanakan Pilkades serentak dengan sistem e-voting digital di 423 TPS, melibatkan lebih dari 279 ribu pemilih. Langkah progresif ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.


Di balik kemajuan tersebut, Tim Kajian Desa RNO mencatat adanya dinamika menarik di lapangan: Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal.


Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, di desa tersebut terdapat beberapa bakal calon yang belum lolos seleksi administrasi. Terlepas dari dinamika tersebut, yang paling relevan untuk kita cermati adalah arahan bijak dari Kepala DPMD Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan.


Seperti dikutip media lokal Sumedang STNews, dalam arahannya beliau menegaskan bahwa seluruh pihak harus menjadikan berbagai kejadian sebelumnya sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran agar tidak kembali terulang dalam pelaksanaan Pilkades mendatang.


Arahan inilah yang menurut RNO menjadi alarm dan cermin bagi Kabupaten Majalengka.


Majalengka akan menggelar Pilkades serentak pada tahun 2027 di 330 desa dikurangi beberapa desa yang sudah melaksanakan Pilkades antar waktu. Jika Sumedang dengan 92 desa saja menekankan pentingnya evaluasi mental dan administrasi, tentu Majalengka dengan 330 desa harus lebih siap.


Tim RNO mengidentifikasi pekerjaan rumah lama yang masih sering diceritakan warga di Pilkades: Fenomena "BRINGKA"


Warga menyebutnya _Tim Bringka Bring - kaditu Bring, kadieu Bring._ Bring beras ke sana, bring uang ke sini, bring sembako ke sana, bring amplop ke sini. Panitia 11 disibukkan menghitung putaran uang, bukan visi pembangunan desa.


Pertanyaan dari Meja Redaksi RNO sebagai suara rakyat nalar bangsa: Apakah dengan sistem digital, BRINGKA akan hilang ?


Diskusi kami: Digital itu alat. Alat membantu transparansi, tapi yang menentukan tetap integritas manusianya.


Tanpa pengamanan berlapis seperti barcode sekali pakai dan audit server yang terbuka, bukan tidak mungkin pola lama hanya ganti baju. Dari amplop menjadi kuota, dari dapur ke HP. Seperti yang sudah ditegaskan di Sumedang bahwa operator tak bisa mengatur, maka sistem harus benar-benar terkunci.


Digitalisasi adalah keniscayaan dan harus kita dukung penuh. Agar Pilkades Digital 2027 kita berhasil, kami di RNO mencatat 3 hal kecil sebagai bahan renungan bersama, sejalan dengan arahan evaluasi dari DPMD Sumedang tersebut:


  1. Penguatan Integritas Panitia: Semoga bimtek tidak hanya soal tablet, tapi juga pakta integritas dan pengawasan partisipatif dari TNI/Polri, Kejaksaan, Pokdar Kamtibmas dan tokoh masyarakat.
  2. Transparansi Server, Bukan Hanya Layar: Agar kepercayaan publik tumbuh, baik jika audit e-voting dipublikasikan secara terbuka.
  3. Literasi Digital Anti BRINGKA: Pilihan 8 tahun ke depan jangan sampai ditentukan oleh sembako atau kuota sesaat.

Tulisan ini kami buat bukan untuk menggurui siapa pun. RNO lahir dari kampung, untuk desa. Kami hanya ingin belajar bersama agar Pilkades 2027 di Majalengka tidak hanya canggih alatnya, tetapi juga adem dan bersih prosesnya.


Naskah ini kami susun sebagai bahan telaah bersama untuk semua pihak.


Real News One - Tajam, Aktual, Mempesona. Mengedukasi, Adem Menyejukkan.

Penulis: Pimpinan Redaksi sang Putra Rambut Kasih

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl