Gambar

Gambar

Merawat Warisan Leluhur di Tengah Zaman, Puncak Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelar Alam Sukabumi Digelar Khidmat dan Meriah

Tim Redaksi
Senin, 05 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-05T01:52:07Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


SUKABUMI, RNO — Tradisi ratusan tahun masih terjaga kokoh di Kasepuhan Gelar Alam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Puncak Upacara Adat Seren Taun ke-658 digelar dengan khidmat dan meriah pada Minggu (04/10/2026), mengusung tema sarat makna "Nyoreang Alam Katukang, Nyawang Alam Nu Bakal Datang".


Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas serta unsur Forkopimda dan Forkopimcam Cisolok turut hadir langsung menyatu dengan masyarakat adat dalam perayaan tersebut.


Beragam Prosesi Sakral dan Seni Tradisi Adat


Perayaan tahun ini diwarnai dengan beragam tradisi khas Kasepuhan yang memukau ribuan pengunjung yang memadati lokasi. Rangkaian kegiatan mulai dari prosesi sakral angkat ampih pare ka leuit, sarasehan bersama Baris Olot Kasepuhan, hingga berbagai pertunjukan seni adat yang kaya akan nilai historis.


Berbagai kesenian tradisional yang ditampilkan meliputi Dongdang, Dog-dog Lojor, Debus, Lisung, Rengkong, Gondang Buhun, hingga Tari Tani, menciptakan suasana adat yang begitu kental dan memikat hati wisatawan.


Bagi Bupati H. Asep Japar, keberlangsungan Seren Taun hingga mencapai generasi ke-658 merupakan bukti kuat bahwa masyarakat adat Kasepuhan Gelar Alam tetap teguh memegang warisan leluhur di tengah derasnya arus perkembangan zaman.


"Pelaksanaan Seren Taun ke-658 ini merupakan bukti keteguhan, konsistensi, dan kecintaan masyarakat adat dalam melestarikan warisan budaya," ujar Bupati Asep Japar.

 

Lebih lanjut, pelestarian adat ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek budaya semata, melainkan memiliki nilai strategis yang sangat penting bagi ketahanan pangan dan keberlangsungan hidup masyarakat secara luas.


Komitmen Pemkab Dorong Pengakuan WBTB Nasional


Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengakuan Warisan Budaya Takbenda (WBTB) bagi Kasepuhan Gelar Alam agar semakin diakui secara luas di tingkat nasional.


"Pemkab Sukabumi berkomitmen mendukung pelestarian adat serta pengembangan potensi kawasan ini sebagai destinasi wisata budaya unggulan," pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Adat Kasepuhan Gelar Alam, Abah Ugi Sugriana Rakasiwi, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga rangkaian penyelenggaraan Seren Taun dapat terlaksana dengan baik.


"Alhamdulillah, penyelenggaraan Seren Taun berjalan lancar," tutur Abah Ugi singkat.


Perhelatan Seren Taun Gelar Alam bukan sekadar ritual perayaan pascapanen, melainkan menjelma menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta benteng pertahanan jati diri masyarakat adat Sunda yang terus lestari.


Kagum atas kelestarian budaya tersebut juga dirasakan oleh Noni (34), wisatawan asal Jakarta yang sengaja datang langsung untuk menyaksikan Seren Taun. Ia mengaku sangat takjub dan bangga melihat masih ada komunitas yang secara konsisten merawat akar budaya Sunda dengan begitu baik di Kasepuhan Gelar Alam Cisolok.


Reporter: Menks

Editor: Tim Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl