Gambar

Gambar

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Majalengka Gelontorkan Rp13 Miliar untuk Irpom dan Irpip: Bupati Eman Suherman Targetkan Indeks Pertanaman Naik ke IP 3

Tim Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-26T17:00:42Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


MAJALENGKA, RNO — Pemerintah Kabupaten Majalengka terus membuktikan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Pemkab Majalengka menggelontorkan alokasi anggaran lebih dari Rp13 miliar yang difokuskan untuk program bantuan Irigasi Pompanisasi (Irpom) dan Irigasi Perpipaan (Irpip) demi menjamin ketersediaan air bagi lahan-lahan pertanian warga.


Langkah strategis tersebut dicanangkan langsung oleh Bupati Eman Suherman saat memimpin kegiatan Persiapan Penerimaan Bantuan Irigasi Pompanisasi dan Irigasi Perpipaan yang dipusatkan di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (26/10/2026).


Keberpihakan Nyata Pemerintah: Dari Pupuk, Harga Gabah, hingga Irigasi


Dalam pemaparannya di hadapan para kelompok tani, Bupati Eman menegaskan bahwa bantuan infrastruktur irigasi ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi para petani, khususnya yang mengelola lahan tadah hujan dan kerap menghadapi krisis air saat musim kemarau tiba.


Ia mengungkapkan, penguatan ketahanan pangan harus ditopang oleh kebijakan yang berpihak secara komprehensif—mulai dari kemudahan akses pupuk subsidi yang kini tidak lagi sulit dan mahal, hingga stabilisasi harga pembelian gabah di tingkat petani yang menyentuh angka terendah Rp6.500.


"Hal ini belum pernah terjadi pada periode-periode sebelumnya," tegas Bupati Eman Suherman di hadapan para peserta.

 

Lebih lanjut dijelaskan, alokasi dana lebih dari Rp13 miliar tersebut disebar di sekitar 80 titik wilayah yang mencakup sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu. Secara rinci, bantuan teknis irigasi pompanisasi dialokasikan sebesar Rp155,7 juta per unit, sementara irigasi perpipaan sebesar Rp97 juta per unit.


Bupati menargetkan, masifnya pembangunan infrastruktur air ini mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dari yang sebelumnya berada pada angka IP 1 atau 1,7 menuju IP 3, sehingga para petani berpeluang untuk melakukan proses penanaman hingga tiga kali dalam kurun waktu satu tahun.


"Langkah ini penting agar target Indeks Pertanaman kita bisa meningkat dari IP 1 atau 1,7 menuju IP 3. Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau," imbuhnya, sembari berpesan agar para kelompok tani merawat fasilitas tersebut dengan sense of ownership (rasa memiliki) yang tinggi sebagai aset bersama.

 

Kolaborasi Strategis dan Proteksi Lahan Pertanian Abadi


Selain program Irpom dan Irpip, Pemkab Majalengka juga mengoptimalkan penanganan kekeringan melalui pembangunan sodetan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Terobosan ini terbukti sukses mendongkrak luas panen di kawasan rawan air seperti Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh, dari yang mulanya hanya 500 hektare melonjak drastis hingga mencapai 2.000 hektare.


Meski Majalengka bertransformasi menjadi daerah yang maju dan terindustrialisasi, Bupati memastikan bahwa sektor agraris dan ketahanan pangan tetap menjadi harga mati. Pemerintah daerah telah mengunci kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) inti seluas lebih dari 37 ribu hektare.


Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, menambahkan bahwa seluruh titik penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan kajian teknis geografis secara objektif. Pihaknya juga menurunkan tim pendamping untuk memastikan pembangunan sarana irigasi berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.


Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para petani. Yana, perwakilan kelompok tani penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur mendalam atas intervensi pemerintah yang menjadi solusi ampuh menghadapi kendala kekurangan air pada Musim Tanam Kedua (MT2) dan Musim Tanam Ketiga (MT3), sehingga petani kini dapat menanam dan memanen tanpa rasa cemas akan ancaman kekeringan.


Reporter: Spd

Editor: Tim Redaksi RNO

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl