MAJALENGKA, RNO — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) yang ke-19 sekaligus menyemarakkan agenda "Bulan Bakti PPWI" tingkat nasional pada November 2026 mendatang, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kabupaten Majalengka mulai menggerakkan aksi sosial kemanusiaan bertajuk "PPWI Peduli Anak Yatim-Piatu".
Ketua DPC PPWI Kabupaten Majalengka, Hendrato, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginisiasi pendataan bagi anak yatim-piatu di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Majalengka yang selama ini belum terdata atau belum pernah menerima sentuhan bantuan sosial.
"Hasil pendataan sementara, kini baru terkumpul 44 berkas anak yatim-piatu lengkap dengan fotokopi KK, akta lahir anak, dan akta kematian orang tua," terang Hendrato.
Serahkan Data ke Instansi Terkait
Sebagai langkah tindak lanjut, Bidang Humas Mukhsin Leo menyampaikan bahwa berkas data tersebut telah diserahkan secara resmi pada Kamis, 8 Oktober 2026, kepada Dinas Sosial Kabupaten Majalengka serta BAZNAS Kabupaten Majalengka. Selain itu, surat pemberitahuan kegiatan juga telah dilayangkan kepada Dinas Ketenagakerjaan dan KUKM.
Langkah strategis ini turut menjadi bentuk dukungan nyata DPC PPWI terhadap visi besar daerah, yakni "Majalengka Langkung SAE", dalam rangka mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebelumya, pada 3 September 2026, surat pemberitahuan bakti sosial ini juga telah dikirimkan kepada jajaran pimpinan tinggi Pemkab Majalengka, termasuk Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Sekda Aeron Randi, AP., M.P., Kepala Dinas Pendidikan H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., serta Kepala Disdukcapil Iwan Dirwan, S.STP., M.M.
Kendala Isu Judol dan Pinjol di Akar Rumput
Di balik proses pengumpulan data di lapangan, tim relawan sempat menghadapi tantangan psikologis dari masyarakat. Mukhsin mengungkapkan bahwa beberapa keluarga anak yatim-piatu sempat merasa ragu dan khawatir menyerahkan dokumen kependudukan akibat maraknya isu penyalahgunaan data warga oleh oknum tak bertanggung jawab untuk praktik judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol).
Untuk meredam keraguan tersebut, para anggota PPWI dibekali surat pemberitahuan resmi yang ditujukan kepada pihak desa setempat, sehingga proses pengumpulan data dapat terus berjalan secara fleksibel tanpa batas waktu.
Format Bantuan Terbagi Menjadi Dua Fokus
Program kemanusiaan ini dirancang dalam dua bentuk pendampingan utama guna memastikan ketepatan sasaran:
- Bagi Anak Yatim Belum Dewasa: Difokuskan pada pendampingan pengajuan bantuan sosial ke Dinsos, BAZNAS, hingga Kemensos, serta memfasilitasi akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, Sekolah Paket Gratis, dan SLB Gratis bagi penyandang disabilitas.
- Bagi Anak Yatim Dewasa: Diberikan rekomendasi khusus untuk penempatan kerja di perusahaan mitra, serta penyelenggaraan pelatihan keterampilan guna mendorong kemandirian ekonomi.
Pihak DPC PPWI menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses pelayanan ini dipungut biaya alias gratis bagi keluarga penerima. Anggaran kegiatan ini murni bersumber secara swadaya dari iuran internal anggota serta sumbangan donatur yang tidak mengikat.
"Untuk penyaluran bantuan, itu langsung dari pihak Pemda atau lembaga terkait kepada yang berhak. Kami tidak tahu kapan waktunya dan siapa saja yang menerima. Terkait keberhasilan mendapatkan fasilitas bantuan, semua tergantung milik dan rezeki kita bersama," pungkas Hendrato.
Liputan: Tim DPC PPWI Kabupaten Majalengka
Editor: Tim Redaksi RNO

