Gambar

Gambar

Detik-Detik Dramatis Anggota MPA Selamatkan Bayi Surili di Tengah Kobaran Api Gunung Ciremai: Kisah Heroik Dodo di Ketinggian 1.600 MDPL

Tim Redaksi
Sabtu, 24 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-24T06:31:43Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
masukkan script iklan disini


JAWA BARAT, RNO — Di tengah kepulan asap pekat dan amukan kobaran api yang melalap kawasan Puncak Dulang, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), sebuah kisah mengharukan sekaligus membanggakan tercipta. Seorang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) berhasil melakukan aksi heroik dengan menyelamatkan seekor bayi surili, primata endemik Pulau Jawa yang berstatus terancam punah.


Aksi penyelamatan menegangkan tersebut dilakukan oleh Darsa atau yang akrab disapa Dodo (51), anggota MPA Padabeunghar, saat tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan pada Kamis malam (22/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, di tengah medan berat pada ketinggian 1.600 mdpl.


Rintihan di Balik Pohon Terbakar


Di tengah keterbatasan alat pemadam dan sesaknya kepulan asap, Dodo yang sedang berupaya menjinakkan api pada pohon-pohon kering setinggi kurang lebih 30 meter tiba-tiba dikejutkan oleh suara rintihan pelan dari balik kobaran api.


"Karena penasaran, saya dekati suara itu. Ternyata seekor anak surili berwarna putih sedang sendirian, nempel di dahan, di tengah kobaran api," tutur Dodo setelah turun dari area kebakaran, Jumat (23/10/2026).


Kondisi bayi primata langka tersebut saat ditemukan sangat memprihatinkan. Dodo menjelaskan bahwa pohon besar tempat satwa itu berlindung sempat sulit dijangkau karena harus ditebang dan dirobohkan terlebih dahulu untuk memastikan keamanan area. Saat dievakuasi, tubuh mungil surili tersebut sudah lemas akibat diduga terlalu lama menghirup asap pekat dan terpisah dari induknya.


Dengan penuh kehati-hatian, Dodo membawa bayi surili tersebut ke tempat yang aman guna memberikan perawatan darurat sepanjang malam.


Kembali ke Pelukan Induk: Reuni Haru di Alam Bebas


Usaha penyelamatan penuh ketulusan itu akhirnya berbuah manis keesokan harinya. Setelah kondisi fisik sang bayi membaik, pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB (23/10/2026), Dodo berinisiatif kembali ke titik evakuasi untuk mencari keberadaan kelompok surili tersebut.


"Anaknya bunyi terus, lalu induknya menyahut dan datang mendekat. Akhirnya saya lepasliarkan lagi, diambil induknya dan kembali ke kelompoknya. Titik pertemuan induk dan anak ini berada sekitar 300 meter dari lokasi awal penemuan," kata Dodo penuh haru.


Momen emosional saat proses pelepasliaran dan kembalinya sang bayi kepada induknya yang terekam kamera dan diunggah melalui media sosial resmi Paguyuban Silihwangi Majakuning itu sontak menuai banjir apresiasi luas dari warganet serta para pegiat lingkungan.


Penyelamatan Satwa di Tengah Ancaman Karhutla


Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Juniar Arif, S.Hut., memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan empati luar biasa yang ditunjukkan oleh anggotanya di lapangan. Menurutnya, insiden ini membuktikan bahwa peran MPA tidak sekadar memadamkan api, melainkan juga menjadi garda terdepan pelindung keanekaragaman hayati dan satwa liar.


"Ketika ada titik api, mereka yang paling awal tahu. Karena itu sejak 2021 kami selalu ikut mengantisipasi karhutla, aktif mendukung patroli TNGC, dan merawat sekat bakar," tegas Nandar.


Sebagai informasi, Surili Jawa (Presbytis comata) merupakan primata endemik Pulau Jawa bagian barat yang kini berstatus Terancam Punah (Endangered) dalam Daftar Merah IUCN. Keberadaan satwa ini di ekosistem Gunung Ciremai memegang peranan vital sebagai keystone species (spesies kunci) yang membantu proses regenerasi hutan melalui penyebaran benih vegetasi alami.


MPA Bergerak, Satwa Terlindungi, Ciremai Lestari!


Redaksi RNO

Suara Rakyat, Nalar Bangsa

Kami Tidak Hanya Mengabarkan, Kami Merasakan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl