BOLAANG MONGONDOW, RNO — Situasi keamanan di wilayah Dumoga Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), memanas menyusul terjadinya aksi tawuran antarkampung (tarkam) yang melibatkan warga dari Desa Ibolian dan Desa Tonom, serta perselisihan antarwarga sesama Desa Imandi.
Bentrokan antara Desa Ibolian dan Desa Tonom diduga dipicu oleh persoalan antaranak muda serta beredarnya video di media sosial yang memuat kalimat ancaman. Situasi tersebut berkembang menjadi perkelahian antarkelompok dari masing-masing desa hingga sulit dikendalikan dan mengakibatkan adanya korban dari kedua belah pihak.
Penerjunan Aparat Gabungan TNI-Polri
Menyikapi eskalasi konflik tersebut, aparat gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Personel dari Polres Bolaang Mongondow, Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Polres Kotamobagu, Kodim 1303 Bolaang Mongondow, serta Kompi B Pelopor Brimob Inuai dikerahkan untuk melakukan pengamanan.
Penempatan pasukan gabungan ini bertujuan untuk melokalisir wilayah, memisahkan kelompok yang bertikai, serta mengantisipasi agar konflik tidak meluas ke desa-desa lain di sekitarnya. Hingga saat ini, aparat keamanan masih bersiaga dan melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan guna mencegah potensi bentrokan susulan.
Imbauan dan Harapan Masyarakat
Masyarakat di wilayah Dumoga Bersatu diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak melakukan tindakan balasan, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada pihak berwajib.
Pihak Kepolisian Polres Bolaang Mongondow belum memberikan keterangan resmi lebih rinci terkait pemicu mendasar konflik tersebut. Kendati demikian, warga setempat mendesak Pemerintah Daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bolmong untuk serius menangani dan mencari solusi atas fenomena tawuran antarkampung yang kerap berulang di wilayah tersebut.
Reporter: R01
Editor: Tim Redaksi RNO

