KOTAMOBAGU, RNO — Situasi keamanan yang melibatkan dua wilayah perbatasan antara Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), dan Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, kembali memanas pada Minggu (27/09/2026).
Menyikapi eskalasi tersebut, Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres dan Dandim 1303/Bolmong langsung turun tangan memantau kondisi di lapangan guna mengantisipasi potensi bentrokan susulan.
Langkah Preventif dan Pengamanan TNI-Polri
Sebelumnya, ketegangan antarwarga kedua wilayah ini telah menjadi atensi aparat penegak hukum. Pada 24 September 2026, pihak kepolisian sempat melakukan pengamanan ketat menyusul pergerakan warga Desa Poopo menuju wilayah Upai yang berpotensi memicu bentrokan.
Kapolres Kotamobagu dan jajarannya bahkan telah mengintensifkan patroli hingga dini hari di wilayah Upai sebagai langkah preventif meredam potensi tawuran antarkampung (tarkam). Kehadiran pimpinan TNI-Polri secara langsung di lokasi bertujuan untuk melokalisir wilayah rawan, memastikan personel tetap siaga, serta mencegah meluasnya konflik.
Imbauan Menahan Diri dan Serahkan pada Hukum
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat Desa Poopo dan Kelurahan Upai agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau video yang belum terverifikasi di media sosial, serta tidak membawa senjata atau benda berbahaya.
"Kapolres Kotamobagu sebelumnya menegaskan bahwa persoalan yang telah dilaporkan akan ditangani melalui proses hukum dan meminta masyarakat mematuhi kesepakatan damai yang telah dibuat."
Hingga saat ini, situasi terkini masih berada dalam pemantauan ketat aparat keamanan. Aparat gabungan TNI dan Polri terus memperkuat pengamanan di titik-titik perbatasan kedua wilayah guna mendorong penyelesaian melalui jalur hukum serta komunikasi bersama tokoh masyarakat setempat.
Reporter: R01
Editor: Tim Redaksi RNO

