MAJALENGKA, REAL NEWS ONE — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan dana zakat agar lebih produktif. Secara resmi, BAZNAS meluncurkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Majalengka, Senin (6/9/2026).
Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Bupati Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas K2UKM, Ketua KADIN, koordinator pabrik, Ketua Forum HRD, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menjelaskan bahwa program ini merupakan amanah dari BAZNAS RI yang disinergikan bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka guna membantu calon tenaga kerja dari kalangan mustahik agar memiliki keterampilan dan akses pekerjaan.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan amanah besar dari BAZNAS RI. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka, kami menangkap peluang untuk membantu para calon tenaga kerja dari kategori mustahik agar memiliki keterampilan dan bisa mendapatkan pekerjaan," ujar Agus.
Gandeng Industri, Sediakan Jaminan Penempatan Kerja
Pada tahun ini, sebanyak 120 peserta ambil bagian dalam Program Beasiswa Vokasi yang dibagi ke dalam dua gelombang (masing-masing 60 orang). Gelombang pertama langsung menjalani pelatihan intensif selama satu minggu dengan menggandeng PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau penyalur tenaga kerja, sementara 60 peserta gelombang berikutnya juga diarahkan untuk bekerja di Grup Shoetown.
Setiap peserta mendapatkan dukungan program sebesar Rp980.000 selama mengikuti pelatihan. Total anggaran yang digelontorkan untuk 120 peserta ini mencapai Rp117,6 juta.
Agus berharap, pemberdayaan zakat ini tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif jangka pendek, melainkan mampu mencetak kemandirian jangka panjang bagi para penerima manfaat.
"Kita ingin bagaimana mustahik ini tidak selamanya menjadi penerima. Dengan keterampilan dan pekerjaan yang mereka dapatkan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa mandiri, bahkan bisa menjadi muzakki," ungkapnya mengapresiasi dukungan Dinas K2UKM yang sejalan dengan Program Mata Hati.
Selaras dengan Program Mata Hati Pemkab Majalengka
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut positif terobosan yang diinisiasi oleh BAZNAS ini. Menurutnya, program vokasi tersebut sangat sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah dalam membuka kesempatan kerja secara inklusif, khususnya melalui program 100 hari Pemkab Majalengka yaitu Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja).
"Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan," ujar Bupati Eman.
Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada dunia industri, Forum HRD, dan instansi terkait yang telah bersedia membuka pintu bagi tenaga kerja lokal Majalengka.
Salah seorang peserta, Elsa Damayanti, mengaku bersyukur bisa lolos dan mengikuti program ini setelah mendapatkan informasi dari BKK sekolahnya. Menurutnya, pelatihan ini menjadi jembatan nyata untuk langsung menapaki dunia kerja.
"Semoga setelah pelatihan ini saya bisa diterima bekerja dan bisa membantu ekonomi keluarga. Saya juga ingin membuktikan bahwa kesempatan yang diberikan BAZNAS ini bisa saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya," tutur Elsa penuh antusias.
Melalui kolaborasi pentahelix antara pengelolaan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan sektor industri ini, Program Beasiswa Vokasi BAZNAS 2026 diharapkan menjadi instrumen efektif dalam mengentaskan pengangguran serta mewujudkan visi Majalengka Langkung Sae.
Reporter: Agung
Editor: Tim Redaksi RNO



